Viral Pria Tua di Majene Perbaiki Jalan Rusak Seorang Diri

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 21:02 WIB
Kisah pria tua memperbaiki jalan rusak di Majene seorang diri
Seorang pria tua memperbaiki jalan rusak seorang diri di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Aksi pria tua itu direkam oleh warga hingga viral di media sosial. (Abdy Febriady/detikcom)
Majene -

Seorang pria tua memperbaiki jalan rusak seorang diri di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Aksi pria tua itu direkam oleh warga hingga viral di media sosial.

Video itu viral di Facebook dan telah dibagikan lebih dari 1.500 kali dan dibanjiri komentar warganet. detikcom lantas mencari tahu pria tua dalam video tersebut.

Dia adalah Malla (63 tahun), warga lingkungan Rangas Barat, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae. Pria lima anak ini mengaku sudah sepekan menghabiskan waktu memperbaiki kerusakan jalan di Jalur Lintas Barat Sulawesi, tepatnya di titik jalan menghubungkan Rangas-Palipi Soreang.

"Sudah enam hari saya di sini, setiap hari melakukan ini,"ungkap Malla kepada wartawan, Rabu siang (19/1/2022).

Kisah pria tua memperbaiki jalan rusak di Majene seorang diriPria tua yang memperbaiki jalan rusak di Majene seorang diri. (Abdy Febriady/detikcom)

Berdasarkan pantauan, permukaan jalan yang diperbaiki Malla rusak sepanjang 100 meter. Jalan itu tampak bergelombang dengan sejumlah kerusakan. Diketahui, kondisi jalan rusak tersebut telah berlangsung lama dan kerap membuat pengendara mengalami kecelakaan.

Alasan itu yang memicu Malla untuk memperbaiki permukaan jalan. Berbekal linggis, sekop, palu, dan gerobak kayu yang dibuat sendiri, Malla berusaha membuat permukaan jalan menjadi rata, agar lebih nyaman dilalui pengendara.

"Kondisi jalan ini menghalang dan membahayakan pengguna jalan, sehingga timbul keyakinan saya untuk memperbaikinya," ujar Malla.

Menurut Malla, aksinya menimbun jalan dilakukan atas keinginan sendiri, bukan perintah orang lain. Dia rela menghabiskan waktu di tempat ini, hanya untuk memperbaiki kondisi jalan.

"Saya sendiri yang ingin melakukan tidak ada yang menyuruh. Sudah enam hari saya di sini, setiap hari melakukan ini. Saya di sini mulai jam delapan pagi sampai jam lima sore," ungkapnya.

Malla mengaku tidak pulang ke rumah, walau sekedar untuk istirahat makan siang. "Saya istirahat jam 12, saya makan di sini, makanan saya bawa dari rumah," terangnya.

Aktivitas perbaikan jalan ini dilakukan Malla dengan cara menggali timbunan jalan yang dianggap terlalu menonjol. Galian timbunan tersebut kemudian dipindahkan ke titik permukaan jalan yang lebih rendah menggunakan gerobak.

"Cuman ini saja, batu saya kasih dulu, kalau terlalu rendah saya kasih batu, baru kasih pasir," tuturnya.

Semangat Malla untuk memperbaiki jalan seolah tidak kendor, kendati keringatnya mengucur deras saat harus mendorong gerobak berisi material pasir dan batu, di bawah teriknya matahari. Malla berharap pemerintah memperhatikan kondisi jalan tersebut demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

(eva/eva)