Warga Sleman Ikut Tinggalkan Barak Pengungsian
Senin, 08 Mei 2006 18:17 WIB
Sleman - Setelah warga Klaten, pengungsi di Kabupaten Sleman juga mulai meninggalkan barak pengungsian yang disediakan untuk mengantisipasi letusan Gunung Merapi. Dengan berbagai alasan, satu demi satu warga yang tinggal di barak pulang ke rumah masing-masing.Mereka pulang dengan dalih ada kondangan atau menghadiri hajatan di salah satu keluarganya. Namun ada pula yang terang-terangan mengaku pulang karenatidak kerasan dan khawatir hewan ternaknya tidak terurus.Seperti yang terjadi di barak pengungsi di SD Kiaran Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan, Sleman, para pengungsi sudah ada yang meninggalkan barak sejak hari Sabtu 6 Mei kemarin. Demikian pula di barak pengungsi di SD Umbulharjo dan Balai Desa Umbulharjo Cangkringan serta Dusun Watuadeg Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem, sebagian pengungsi juga sudah ada yang pulang.Di posko pengungsian SD Kiaran, Desa, Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Senin (8/6/2006) ini sudah kosong melompong ditinggalkan warga yang berasal dari Desa Kepuharjo dan Umbulharjo. Padahal sebelumnya terdapat sekitar 189 pengungsi dari tiga dusun Pangukrejo, Kaliadem dan Petung. Sejak Sabtu hingga Minggu sore, satu per satu pengungsi pulang ke rumah dan saat ini kondisi barak kosong hanya ada petugas saja. "Alasannya macam-macam, ada yang mau njagong (kondangan-red) atau punya keperluan keluarga. Mereka langsung dijemput keluarganya masing-masing," kataSudarto salah seorang petugas di barak Wukirsari.Menurut dia, sebagian besar pengungsi sudah terbiasa bekerja di ladang, mencari rumput atau memberi makan ternak, tetapi di barak mereka hanya disuruh makan, tidur, duduk-duduk atau nonton televisi. "Itu menjadikan mereka bosan, menunggu Merapi letusan yang tidak jelas kapan," katanya.Menanggapi adanya warga yang pulang ke rumah, Camat Cangkringan Herry Sutopo mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atau menahan warga tidak pulang. Namun untuk memberikan kesadaran akan bahaya letusan merapi, pihaknya terus intensif melakukan sosialisasi."Kami setiap hari juga menyiapkan truk di atas. Bila ada warga yang minta dievakuasi atau dijemput, kami langsung siap, tinggal menghubungi saja," katanya.
(iy/)











































