Polri Juga Gelar Operasi Rasaka Cartenz, Ini Bedanya dengan Damai Cartenz

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 19:36 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Operasi Damai Cartenz dilaksanakan Polri menggantikan Operasi Nemangkawi dalam upaya menjaga keamanan di Papua. Selain operasi tersebut, ternyata Polri melaksanakan Operasi Rastara Samara Kasih (Rasaka) Cartenz.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Operasi Rasaka Cartenz mulai dilaksanakan pada 3 Februari 2022. Nantinya, operasi ini nantinya berjalan seirama dengan Operasi Damai Cartenz.

"Sedangkan Operasi Rasaka akan digelar pada tanggal 3 Februari hingga 31 Desember 2022. Operasi ini berjalan sama-sama (dengan Operasi Damai Cartenz) tentunya diawaki personel yang berbeda," kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Ramadhan menjelaskan, Operasi Rasaka Cartenz hanya terdiri atas personel Polres dan Polda Papua. Selain itu, terdapat perbedaan wilayah cakupan kedua operasi tersebut.

"Sedangkan Operasi Rasaka Cartenz ini operasi kewilayahan personelnya hanya dari Polri, Polda papua, dan polres, di situ letak perbedaannya," jelas Ramadhan.

"Kemudian wilayah operasi kalau Operasi Damai Cartenz wilayah operasi di lima polres. Wilayahnya Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Nduga, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Puncak Ilaga. Kenapa wilayah ini dari data statistik lima wilayah yang kekerasan oleh KKB. Sedangkan Operasi Rasaka ada 23 wilayah polres," ungkapnya.

Selanjutnya, kedua operasi tersebut juga dibedakan dari adanya tindakan penegakan hukum yang dilakukan personel Polri. Operasi Rasaka Cartenz hanya bergerak hanya dengan cara persuasif dan preventif.

"Kalau Operasi Damai Cartenz walaupun kedepankan fungsi pembinaan masyarakat, intel, dan hubungan masyarakat didukung oleh satgas penegakan hukum. Sedangkan Rasaka, pure hanya didukung oleh persuasif dan preventif yang tidak ada satgas penegakan hukum," tutur Ramadhan.

Polri Sebut Operasi Damai Cartenz Hindari Kekerasan

Sebelumnya, Polri resmi mengubah sandi operasi untuk menangani kekerasan kelompok bersenjata (KKB) di Papua, dari Nemangkawi menjadi Operasi Damai Cartenz. Polri tetap mengedepankan upaya persuasif dan preventif.

"Maka kami melakukan upaya pendekatan persuasif, pendekatan pencegahan. Kalau upaya kekerasan ketemu kekerasan, saya kira mengubah pendekatan kepada masyarakat, karena ini masyarakat kita," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (19/1).

Ramadhan menyebut Operasi Damai Cartenz akan semaksimal mungkin menghindari kekerasan. Ramadhan menegaskan kekerasan bukan satu-satunya cara dalam menangani KKB.

"Tujuannya intinya, bagaimana masyarakat Papua ini tercipta rasa aman. Tentu akan menghilangkan kekerasan. Upaya kekerasan bukan jalan satu-satunya," ungkap Ramadhan.

(rak/knv)