Diduga Depresi, WN Inggris di Bali Aniaya Diri Sendiri hingga Tewas

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 19:21 WIB
Polresta Denpasar ungkap WNA bunuh diri di Bali. (Sui Suadnyana/detikcom)
Polresta Denpasar ungkap WNA bunuh diri di Bali. (Sui Suadnyana/detikcom)
Badung -

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Inggris di Bali bernama Mattew Harper (47) diduga menganiaya diri sendiri hingga tewas. Ada luka tusukan pisau di perutnya.

"Penyebab korban meninggal dunia yaitu luka tusuk pada perut kanan bawah yang mengenai pembuluh darah besar atau arteri yang dilakukan oleh korban sendiri," kata Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers di kantornya, Rabu (19/1/2022).

Sebelumnya, ada dugaan bahwa kematian WN Inggris tersebut akibat pembunuhan. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa kematian WN Inggris tersebut akibat bunuh diri.

WNA itu ditemukan tewas di Perumahan Samatha Citra Blok A/8, Lingkungan Taman Giri Mumbul, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Hal itu kemudian dilaporkan oleh pemilik rumah bernama Rizka Nirmalasari alias Ica.

Laporan Ica kemudian teregistrasi di Polsek Kuta Selatan dengan nomor LP/B/04/I/2022/SPKT.RESKRIM/SEK KUTSEL tertanggal 13 Januari 2022.

Dalam laporannya itu, Ica menuturkan, pada Kamis (13/1), 06.30 Wita terbangun dari tidur di lantai 2 rumahnya. Ia terbangun karena mendengar suara gaduh orang yang menggedor-gedor pintu masuk rumah.

Setelah terbangun, Ica kemudian juga mengecek ponselnya dan ditemukan ada banyak panggilan tidak terjawab dari Emmy Martha Pakpahan yang sedang menumpang tinggal di dengannya. Ica kemudian menghubungi Emmy. Saat dihubungi, Emmy sedang berada di luar rumah dan meminta untuk dibukakan pintu masuk karena terkunci dari dalam.

"Jadi si Emmy ini dan teman korban ada di luar. Kemudian Emmy bilang, korban di dalam sedang melakukan penyiksaan terhadap dirinya sendiri," terang Jansen.

Kemudian, Ica turun dari lantai 2 untuk membukakan pintu kepada Emmy. Setelah pintu dibuka, Emmy langsung masuk menemui korban. Saat ditemui, korban sudah berada di dapur dalam kondisi terkapar. Saat itu, dengan bantuan tetangga, akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.

Polisi Melakukan Penyelidikan

Berdasarkan laporan Ica, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Pihak Polresta Denpasar akhirnya memeriksa sebanyak 7 orang saksi, dari Ica selaku pemilik rumah, Emmy tunangan korban, tetangga pemilik rumah, hingga dokter ahli forensik.

"Kita coba mengembangkan kasus tersebut dengan dugaan meninggal dunia. Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, termasuk saksi ahli forensik dari Rumah Sakit Sanglah," ungkap Jansen.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa korban berada di TKP dan menginap di rumah Ica sudah sejak Rabu (12/1). Korban belum pernah keluar dari saat pertama kali masuk ke rumah tersebut.

Melalui rekaman closed-circuit television (CCTV) rumah Ica, sekitar pukul 01.47 Wita korban terlihat seperti kebingungan dan mondar-mandir di teras rumah. Korban mondar-mandir bahkan sampai pukul 06.00 Wita.

"Jadi dari jam 01.47 Wita terlihat di CCTV-nya itu sampai pukul 06.00 Wita korban yang meninggal dunia ini mondar-mandir di TKP," ujar Jansen.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.