Polisi Tangerang Buru Perajin Pemasok Senjata Tajam ke Kelompok Tawuran

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 19:07 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Komarudin.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Polres Metro Tangerang memburu perajin senjata tajam (sajam) yang digunakan oleh para pelajar dalam melakukan aksi tawuran. Polisi mensinyalir perajin tersebut memasok senjata tajam kepada kelompok pelaku tawuran.

"Kalau kita liat fenomenanya saat ini banyak sajam-sajam yang digunakan oleh pelajar itu seperti produk rumahan, seperti buatan memang kita tidak jarang menemukan membuat sedemikian rupa, menyerupai sajam dan memang bentuknya seperti tajam mematikan," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

"Oleh karenanya ini akan kita buru termasuk kedua kelompok pelajar ataupun siapa itu yang membuat resah masyarakat akan kita buru," sambungnya.

Polisi juga telah menangkap dua orang siswa yang akan hendak melakukan tawuran di Wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang. Polisi mengamankan dua buah senjata tajam yang akan digunakan untuk tawuran.

"Kita menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait dengan aksi anak-anak remaja yang berencana akan tawuran. Pada kesempatan ini kita mengapresiasi terima kasih kepada masyarakat yang melaporkan dengan cepat kepada kami untuk segera kita tindak lanjuti," jelas Komarudin.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (18/1), pukul 14.00 WIB. Dua pelajar membawa senjata tajam diamankan polisi.

Lebih lanjut, Komarudin mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap kondusif. Komarudin juga meminta masyarakat melapor jika ada aksi tawuran di wilayah Tangerang.

"Silakan sekarang zaman digitalisasi masyarakat bisa merekam bisa memfoto kirimkan kepada kami untuk segera kita buru pelaku-pelaku ini," ucap Komarudin.

Komarudin menegaskan pihaknya tidak mentoleransi aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tawuran.

"Kita tegaskan kita tidak mentolerir kepada pelaku pelaku yang meresahkan masyarakat," imbuhnya.

(mea/mea)