Polisi Tangkap Pelaku Utama Tawuran yang Tewaskan Siswa SMK Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 18:36 WIB
ilustrasi tawuran
Ilustrasi tawuran (Ilustrator: Mindra Purnomo/detikcom)
Serang -

Polisi menangkap dua siswa SMK inisial K dan G pelaku pembacokan dalam tawuran di Jalan Bhayangkara, Kota Serang. Keduanya pelaku utama yang menganiaya siswa SMK lainnya hingga tewas.

"Dua pelaku ditangkap lagi. Keduanya adalah pelaku utama yang menggunakan celurit dan menghunuskan ke korban hingga meninggal dunia. Dua pelaku ini sempat melarikan diri ke Pandeglang," kata Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea di Serang, Rabu (19/1/2022).

Kedua tersangka tidak bisa mengelak saat ditangkap pada Selasa (18/1) malam. Mereka mengakui saat polisi membawa bukti celurit yang digunakan untuk menganiaya korban. Total ada tiga tersangka yang diringkus, salah satunya R yang ditangkap pada Senin (17/1).

"Ini helm, baju dan celurit milik pelaku. Mereka masih dibawah umur dan akan ditahan dalam 7 hari ke depan untuk proses selanjutnya," ujarnya.

Polres Serang Kota sudah meminta pihak sekolah agar memberikan sanksi administrasi kepada para tersangka. Polisi juga meminta ada pengawasan lebih ketat bagi SMK-SMK di Kota Serang yang siswanya sering tawuran.

"Kita minta pertanggungjawaban sekolah agar anak-anak yang sering tawuran diberi sanksi administratif," ucap Maruli.

Pelaku Tawuran di Serang Ditangkap PolisiPolisi memperlihatkan barang bukti berkaitan kasus tawuran di Serang. (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)

Selain itu, orang tua juga diminta mengawasi anaknya untuk penggunaan media sosial. Apalagi, tawuran ini bermula dari saling menantang di media sosial.

"Mereka tawuran setelah pulang sekolah, mereka awalnya berkumpul 20 orang, janjian (di medsos) langsung mengambil peralatan," ujarnya.

Polisi masih mengejar satu tersangka lain yang saat ini dalam persembunyian. Berdasarkan keterangan tiga tersangka, ada empat orang yang menganiaya korban menggunakan celurit.

"Tinggal satu lagi, mudah-mudahan segera terungkap," kata Maruli.

(bri/bbn)