Kronologi Anak Diperkosa Ayah-Bikin Pengakuan Mengejutkan di Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:35 WIB
poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Polman -

Fakta-fakta kasus anak diperkosa ayah kandung hingga melahirkan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), perlahan tersingkap. Korban, yang sempat mengaku tak dipaksa pelaku, mulai menjelaskan kronologi pemerkosaan.

"Sore hari saat pulang ke rumahnya, korban masuk kamar untuk berganti pakaian. Sementara sang ayah sedang tertidur di kamarnya. Tetiba ditarik sama ayahnya," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP2KB3A Kabupaten Polewali Mandar Harsani kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Korban mengungkap peristiwa keji itu terjadi di rumahnya pada April 2021. Namun, yang tetap mengejutkan, korban konsisten mengakui tindakan sang ayah terhadap dirinya atas dasar suka sama suka, tanpa unsur paksaan.

"Tetapi keterangannya sering berubah-ubah, termasuk belum mau terlalu terbuka atas kejadian tersebut," sambung Harsani.

Oleh sebab itu, Harsani mengaku akan terus mendampingi korban saat memberikan keterangan ke penyidik, termasuk melibatkan psikolog.

"Kasus ini tetap kami lakukan pendampingan. Apakah ada unsur pemaksaan atau tidak ini yang kami lakukan pendalaman dengan melibatkan psikolog," pungkasnya.

Sebelumnya, kasus tersebut berawal dari kegemparan warga di wilayah Kecamatan Tinambung, Polman, Sulbar, karena korban melahirkan anak padahal tidak memiliki suami.

Polisi dan pemerintah setempat yang menerima kabar itu lantas melakukan pengecekan informasi pada Jumat (7/1). Saat itu korban mengaku dihamili pria warga Mamuju namun sudah meninggal dunia.

Namun berselang waktu kemudian, korban merubah keterangannya. Pengakuan kedua korban dihamili oleh warga Kalukku hingga keluarga sempat mengupayakan masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun yang tak diduga korban membuat pengakuan baru lagi soal pelaku yang menghamilinya. Korban menegaskan pelaku ialah ayah kandungnya sendiri hingga sontak ibu korban dan warga setempat geger.

Pengakuan korban berusia 27 tahun itu tak sampai di situ. Dia kembali menggegerkan warga karena mengaku tak ada unsur paksaan atas hubungannya dengan sang ayah yang menyebabkan dia hamil dan melahirkan.

(hmw/mud)