PPGI Hendak Laporkan UAS soal Ujaran Kebencian, Laporan Ditolak Polisi

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:29 WIB
Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) hendak melaporkan UAS terkait ujaran kebencian, namun PPGI mengaku laporannya ditolak Bareskrim Polri.
Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait penyebaran ujaran kebencian ke Bareskrim Polri. Namun laporannya ditolak.

"Kami ke sini untuk menyampaikan laporan polisi. Tapi kecewa, kami ditolak. Melaporkan Ustaz Abdul Somad, pernyataannya yang sampai saat ini masih beredar di media sosial," ujar Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Alasannya, PPGI belum melengkapi sejumlah bukti lampiran. Menurut Maruli, UAS telah memenuhi syarat sebagai bentuk tindak pidana ujaran kebencian.

"Bahwa kami harus menghadirkan dua bukti. Menurut kami, perbuatan UAS itu telah memenuhi syarat karena secara nyata niat perbuatannya telah melanggar memasuki ajaran agama orang lain," tutur Maruli.

Dia menyebut pihaknya masih berniat melaporkan kembali UAS. Pasalnya, UAS dinilai telah mengganggu kenyamanan dalam beragama.

"Kami mempertimbangkan itu. Sebenarnya ada juga laporan polisi terkait kasus tersebut. Termasuk di wilayah Polda Metro Jaya, tapi bukan PPGI. Kami datang ke sini ingin supaya ujaran kebencian ini ada sebuah sikap, kalau dibiarkan kenyamanan dalam berkeyakinan," jelas Maruli.

Lebih lanjut Maruli menuturkan UAS dinilai telah menyinggung perasaan umat kristiani lewat pernyataannya yang diunggah melalui media sosial. Di video tersebut, menurut Maruli, UAS seolah melecehkan kepercayaan umat kristiani.

"Video itu dia berkata bahwa di salib ada jin. Jin itu adalah jin kafir. Dia seolah-olah mengolok-olok agama kristiani," pungkasnya.

Simak juga 'UAS Tepis Kena COVID-19, Tunjukkan Dirinya Sehat-Ngajar Mengaji':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/aud)