PDIP: Anies Kerja Senyap karena Tidak Ada yang Dikerjakan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 17:26 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim banjir di sejumlah titik yang merendam Jakarta kemarin sudah surut karena kerja senyap jajarannya. PDIP menilai Anies kerja senyap karena tidak ada yang dikerjakan.

"Ya kerja senyap karena memang tidak ada yang dikerjakan. Ya memang senyap Pak Anies, betul itu bahasanya memang nggak ada yang dikerjakan," kata Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).

Gembong menyebut Anies tidak melakukan apa pun untuk mengatasi persoalan banjir Jakarta. Kecuali, kata Gembong, aksi rutin seperti Gerebek Lumpur.

"Tidak mengerjakan apa-apa, tidak ada aksi apa-apa, kecuali aksi yang bersifat rutin loh ya, Gerebek Lumpur itu aksi. Jadi kalau Pak Anies mengatakan kerja senyap, ya memang betul, saya mengatakan betul 100 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan sebagian titik banjir di Jakarta sudah surut. Anies menyebut jajarannya bekerja senyap hingga tuntas. Hal itu disampaikan Anies melalui akun media sosial Instagramnya @aniesbaswedan. Anies menerangkan dampak hujan ekstrem di Jakarta bisa tertangani dengan cepat.

"Jakarta dilanda hujan ekstrem tapi bisa ditangani cepat. Kenapa? Atas izin Allah. Kerja sistematis dan kerja cepat itu membuatkan hasil! Banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Selasa kemarin, 18 Februari 2022, adalah akibat hujan dengan intensitas ekstrem yang terjadi," ucap Anies, seperti dilihat dalam unggahannya.

Anies menuturkan curah hujan di kawasan Kemayoran pada Selasa kemarin mencapai 204 mm. Kemudian di Teluk Gong mencapai 193 mm dan di Kelapa Gading 163 mm.

Eks Mendikbud itu menyebut curah hujan di atas 150 mm masuk dalam kriteria kondisi ekstrem. Anies lalu menjelaskan kapasitas drainase di Jakarta hanya 50 sampai 100 mm.

"Bila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, pasti akan terjadi genangan banjir di Jakarta. Jika turun hujan ekstrem hingga terjadi banjir, maka prioritas Pemprov DKI Jakarta adalah memastikan warga aman dan tak ada korban jiwa. Lalu memastikan semua usaha pemompaan dikerjakan agar banjir bisa surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti," kata Anies.

Simak juga 'Penampakan Banjir di Cengkareng yang Belum Juga Surut':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/idn)