Anies Sebut Banjir 18 Januari Imbas Hujan Ekstrem, Ini Datanya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 14:41 WIB
Banjir setinggi 60 cm terjadi di depan Jalan Raya Tanjung Duren, Jakbar. Banjir terjadi usai hujan deras sedari pagi di wilayah Jakarta Barat. (Karin NS/detikcom)
Banjir setinggi 60 cm terjadi di depan Jalan Raya Tanjung Duren, Jakbar. Banjir terjadi usai hujan deras sedari pagi di wilayah Jakarta Barat. (Karin NS/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sebagian titik banjir di Jakarta merupakan imbas curah hujan ekstrem. Berdasarkan data BMKG, memang ada beberapa wilayah yang mengalami curah hujan ekstrem.

Soal banjir karena curah hujan ekstrem ini disampaikan Anies melalui akun media sosial Instagramnya @aniesbaswedan. Anies menerangkan dampak hujan ekstrem di Jakarta bisa tertangani dengan cepat.

"Jakarta dilanda hujan ekstrem tapi bisa ditangani cepat. Kenapa? Atas izin Allah. Kerja sistematis dan kerja cepat itu membuatkan hasil! Banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Selasa kemarin, 18 Februari 2022, adalah akibat hujan dengan intensitas ekstrem yang terjadi," ucap Anies, seperti dilihat dalam unggahannya, Rabu (19/1/2022).

Anies menuturkan curah hujan di kawasan Kemayoran pada Selasa kemarin mencapai 204 mm. Kemudian di Teluk Gong mencapai 193 mm dan di Kelapa Gading 163 mm.

Eks Mendikbud itu menyebut curah hujan di atas 150 mm masuk dalam kriteria kondisi ekstrem. Anies lalu menjelaskan kapasitas drainase di Jakarta hanya 50 sampai 100 mm.

"Bila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, pasti akan terjadi genangan banjir di Jakarta. Jika turun hujan ekstrem hingga terjadi banjir, maka prioritas Pemprov DKI Jakarta adalah memastikan warga aman dan tak ada korban jiwa. Lalu memastikan semua usaha pemompaan dikerjakan agar banjir bisa surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti," kata Anies.

Simak juga 'Penampakan Banjir di Cengkareng yang Belum Juga Surut':

[Gambas:Video 20detik]