Walkot Makassar Ngaku Ditipu ASN Setor Dokumen Palsu Vaksinasi Lansia

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 16:08 WIB
YOGYAKARTA, INDONESIA - JANUARY 13: A health worker prepares a dose of the AstraZeneca COVID-19 booster vaccine during the booster vaccination program on January 13, 2022 in Yogyakarta, Indonesia. While Southeast Asias vaccination programs have gathered pace, many countries in the region are yet to hit the high vaccination rates seen in developed nations. The emergence of Omicron in the region is adding to the urgency in countries like Indonesia, which has only fully vaccinated about 42 percent of its population as of last week, according to publicly available vaccination data. Some places in the region, such as Indonesia and Thailand, have rolled out a booster program alongside their primary vaccination programs in an attempt to aggressively bridge the gap. (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti
Makassar -

Wali Kota Makassar Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto marah setelah ditipu oleh sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terkait vaksinasi lansia. Danny mengaku ditipu sejumlah ASN yang mengklaim telah membawa ratusan lansia untuk divaksinasi yang belakangan dipastikan klaim itu palsu.

"Dengan hanya membawa foto para lansia bersama KTP dan mengaku telah dilakukan vaksinasi, padahal setelah ditelusuri dia tidak melakukan vaksinasi," kata Danny dalam keterangannya, Rabu (19/1/2022).

Danny mengungkap kelakuan sejumlah oknum ASN Makassar terungkap setelah pihaknya menemukan tak kesesuaian antara data yang diklaim ASN dan data di aplikasi. Vaksinator memberikan data yang berbeda jauh dengan data yang diklaim para ASN.

"Kita ini tidak bisa ditipu, kita sudah rapat bersama Pak Sekda dan Dinkes. Kan dilihat yang dilaporkan banyak tapi di aplikasi kami sedikit," jelasnya.

Danny mengungkap ada ratusan data palsu yang diberikan para ASN dan tenaga kontrak kepadanya. Danny kemudian menyebut sanksi tegas menanti mereka yang melakukan penipuan.

"Sanksinya jelas kita sesuai aturan tapi coba tanya BKD, tapi kita tidak kasih jabatan lagi mereka bagi ASN sementara untuk tenaga kontrak kita akan segera berhentikan," tegasnya.

Danny mengaku program untuk membawa lansia bagi ASN dan tenaga kontak Makassar sudah menjadi kewajiban.

"Itu sudah disepakati dengan membawa 10 orang peserta vaksin bagi 1 ASN dan tenaga kontrak Pemkot Makassar dengan capaian vaksinasi lansia," tutupnya.

(hmw/mud)