KPK Usut Pertemuan Walkot Pepen Terkait Kontraktor Proyek di Bekasi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:48 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi jadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Begini penampakan Rahmat Effendi saat mengenakan rompi tahanan KPK.
Rahmat Effendi, tersangka KPK, (A Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa delapan saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE). KPK mendalami para saksi soal adanya pertemuan yang dipimpin Rahmat Effendi untuk menentukan kontraktor secara khusus untuk proyek di Kota Bekasi.

"Di samping itu, para saksi juga didalami lebih lanjut mengenai adanya dugaan pertemuan yang dipimpin tersangka RE untuk menentukan secara khusus mengenai pihak kontraktor yang akan mengerjakan beberapa proyek di Kota Bekasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).

Ali mengatakan para saksi juga dikonfirmasi soal aliran dana yang diterima pria yang akrab disapa Pepen itu. KPK menduga penerimaan itu diterima melalui perantara pihak lain.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran uang yang diterima tersangka RE yang di antaranya melalui perantaraan beberapa pihak," katanya.

Para saksi diperiksa pada Selasa kemarin (18/1) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Saksi itu di antaranya:

1. Junaedi (ASN /Kepala Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Bekasi)
2. Taufik R. Hidayat (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi)
3. Samad Saefuloh (Kasi Dinas Lingkungan Hidup)
4. Usman (Staf Disperkimtan Kota Bekasi)
5. Krisman (Sekretaris Dinas Pendidikan)
6. Etti Satriati (Staf Keuangan PT MAM Energindo)
7. Tari (Karyawan Swasta)
8. Akbar (swasta)

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya ditangkap KPK. Dari operasi tangkap tangan kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

"Perlu diketahui, jumlah uang bukti kurang-lebih Rp 5,7 miliar dan sudah kita sita Rp 3 miliar berupa uang tunai dan Rp 2 miliar dalam buku tabungan," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1).

Simak Video 'KPK Bantah Pernyataan Putri Pepen soal OTT Bermuatan Politis!':

[Gambas:Video 20detik]