Pelapor Dapat Info Akun Penyebar Video 61 Detik Mirip Nagita Slavina Diblokir

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:38 WIB
Pelapor video 61 detik yang dinarasikan mirip Nagita Slavina kembali menemui polisi. Pelapor mendapatkan kabar akun medsos penyebar video telah diblokir. (Anggi Muliawati/detikcom)
Pelapor video 61 detik yang dinarasikan 'mirip Nagita Slavina' kembali menemui polisi. Pelapor mendapatkan kabar akun medsos penyebar video telah diblokir. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Pelapor video 61 detik yang dinarasikan 'mirip Nagita Slavina' kembali menemui polisi. Pelapor mendapatkan kabar akun media sosial (medsos) penyebar video tersebut telah diblokir.

"Tadi hasil koordinasi dengan Krimsus Jakpus bahwa akun tersebut telah diblokir, tidak dapat dipergunakan lagi," kata Presiden Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni di Polres Jakarta Pusat, Rabu (19/1/2022).

Pitra merupakan pelapor kasus tersebarnya video 61 detik yang dinarasikan 'mirip Nagita Slavina'. Dia datang ke Polres Metro Jakpus untuk mendapatkan surat perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP).

Pitra mengatakan akun yang diblokir tersebut merupakan akun dari medsos Telegram. Akun itu diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Kemarin saya sebutkan akun media sosial T, jadi akun media sosial itu akun Telegram. Di Telegram itu dia bersifat channel publik, dan sudah diakses lebih dari 20 ribu orang, bayangkan apabila yang menontonnya setengah adalah generasi kita, bagaimana moral generasi ke depannya?" katanya.

"Makanya kemarin saya minta kepada Menteri Kominfo untuk diblokir, ternyata sudah diblokir," sambungnya.

Seperti diketahui, Kongres Pemuda Indonesia melaporkan penyebar dan pembuat video 61 detik yang diduga mirip Nagita Slavina ke Polres Metro Jakarta Pusat pada 13 Januari 2022.

Pitra mengatakan adanya video tersebut telah menyakiti banyak pihak. Menurut Pitra, pembuat dan penyebar memiliki niat jahat.

"Orang yang membuat maupun menyebarkan video itu adalah orang jahat, kenapa? Karena dengan dia meng-upload dan menyebarkan video itu, banyak orang yang tersakiti, baik dari masyarakat maupun ada yang dikait-kaitkan terhadap seseorang di dalam video tersebut," katanya, Senin (17/1).

(jbr/jbr)