Amalia Diperiksa soal Dugaan Cemari Nama Pengacara Bambang Pamungkas

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:37 WIB
Amalia Fujiawati
Amalia Fujiawati (kanan) didampingi pengacaranya (Ahsan/detikhot)
Depok -

Amalia Fujiawati, menghadiri panggilan penyidik untuk diperiksa terkait laporan dugaan pencemaran nama baik di Polres Metro Depok hari ini. Pemanggilan Amalia merupakan buntut laporan kuasa hukum Bambang Pamungkas, Ziau Hasanul Mulki.

"Jadi pada intinya kita diperiksa perdana oleh penyidik, masih sebatas sidik, dan kita juga tadi menyampaikan keterangan-keterangan bahwasanya sejauh mana dugaan pencemaran nama baik maupun fitnah ini," kata Dahyung Riftiyoso, anggota tim pengacara Amalia, Rabu (19/1/2022).

Amalia didampingi kuasa hukumnya, Dahyung Riftiyoso, menegaskan laporan kuasa hukum Bambang Pamungkas tak berdasar.

"Jadi tidak ada yang namanya pencemaran nama baik atau fitnah. Artinya, apa yang kami sampaikan itu sesuai dengan kenyataan atau fakta-fakta yang ada di lapangan," sambungnya.



Di sisi lain, Amalia menyampaikan tuduhan Ziau berawal dari unggahannya di Instagram. Saat itu Amalia menandai akun pengacara Bambang meminta untuk menghentikan semua kebohongan.

"Saya posting dengan caption isinya itu mengingatkan beliau, saya menandai beliau dengan niat mengingatkan sebagai sesama muslim bahwa sudahi kebohongannya, ayo kita berdamai," kata Amalia.

Menurut Amalia, tes DNA menjadi fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi, sehingga ia meminta Bambang Pamungkas menyudahi kebohongan.

"Saya mengajak beliau untuk takut kepada Tuhan, saya mengajak beliau juga untuk jangan diteruskan lagi bohongnya, karena fakta sudah ada tes DNA ini, kenapa dia selalu berbicara hal yang sebaliknya," tuturnya.

Berdasarkan hal tersebut, Amalia dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan/atau fitnah melalui media elektronik. Sebagaimana Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Laporan Ziau teregister dengan nomor LP/B/4573/K/IX/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, per tanggal 15 September 2021.

Redaksi menghilangkan kata 'Mantan Suami/Istri' dalam pemberitaan setelah redaksi mendapatkan surat koreksi dari pengacara Bambang Pamungkas.

(mea/mea)