Bikin Komisi VIII DPR Marah, Sekjen Kemensos Disebut Nyerocos-Tuduh Sinis

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:10 WIB
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat menggikuti RDP dengan Komisi VIII DPR. Rapat tersebut membahas RUU Kesejahteraan Lansia.
Sekjen Kemensos Harry Hikmat (Dok. Kemensos)
Jakarta -

Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat diusir Komisi VIII DPR RI dari rapat yang digelar hari ini. Apa sih penyebabnya sehingga Sekjen Kemensos diusir dari rapat?

Diketahui, Sekjen Kemensos diusir karena ada komunikasi ke Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily yang dinilai tidak pantas. Begini penjelasan Ace.

"Saya sudah beberapa kali bicara dengan teman-teman Komisi VIII. Buat saya pribadi, saya nggak ada masalah. Mana pernah saya marah-marah, baik sebelum Ibu (Tri Rismaharini atau Risma) jadi menteri. Saya nggak pernah Bu marahin orang," kata Ace dalam rapat bersama Mensos Risma di kompleks parlemen, Rabu (19/1/2022).

"Demi Allah saya nggak pernah marahin orang, saya nggak pernah sinis. Tugas anggota DPR itu adalah mengawasi. Tapi, kalau cara mengawasi dianggap sebagai sebuah sinis, apa fungsi DPR," imbuhnya.

Baru kemudian Ace membuka sedikit persoalan dengan Sekjen Kemensos. Dia menyebut Kemensos tidak memberi tahu saat Mensos Risma melakukan kunjungan ke dapilnya. Perihal informasi itu adalah kewenangan Sekjen Kemensos.

"Saya terus terang saja Bu, ketika Ibu ke dapil saya, lalu tidak memberi tahu kepada kami, padahal kesepakatan kita bersama bahwa dalam setiap kali Ibu Menteri ke dapil, setidaknya diberi tahu dan itu yang menyampaikan, yang mengatur adalah sekjen," kata Ace.

Menurut Ace, Sekjen Kemensos sudah meminta maaf karena tak memberi tahu saat Risma melakukan kunjungan ke dapil. Namun, yang Ace persoalkan, Sekjen Kemensos justru menyampaikan hal yang tidak-tidak.

"Sekjen memang waktu itu telah minta maaf, tapi setelah itu nyerocos Bu. Bilang apa yang saya lakukan itu sinis, bahwa saya dibilang setiap kali diundang nggak pernah datang. Apa urusannya bicara seperti itu?" ujar Ace.

Lebih lanjut Ace menyebut Sekjen Kemensos juga sempat menyampaikan pesan bernada menantang. Namun kini, politikus Golkar itu mengaku tidak mempersoalkan lagi soal pernyataan Sekjen Kemensos.

"Jangan dianggap apa yang kami lakukan itu adalah, sampai nantangin Bu. Kalau dalam bahasa Sunda beliau menyampaikan dihede..., dibere..., ku mah Pak Ace," kata Ace.

"Jadi, karena itu Ibu, saya secara pribadi nggak ada masalah dengan Ibu, secara kelembagaan saya nggak ada masalah, tetapi soal bagaimana kita membangun sinergi, membangun kemitraan," imbuhnya.

Selain itu, Ace menegaskan kepada Mensos Risma bahwa persoalannya terletak pada sikap Sekjen Kemensos. Karena itu, Ace meminta Risma tidak perlu sujud-sujud.

"Kalau mau Bu, mau keras, saya bisa lebih keras lagi. Tapi saya menghargai Ibu, yang sudah kerja keras. Jadi, oleh karena itu, jangan dilihat oleh Ibu bahwa apa yang saya lakukan itu, dan Ibu nggak perlu sujud-sujud, untuk apa. Problem saya bukan sama Ibu, tapi sama Sekjen, oleh teman-teman juga sama Sekjen," terang Ace.

Simak permohonan maaf Sekjen Kemensos di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Sekjen Kemensos Diusir, Risma Rela Bersimpuh Ke Pimpinan Komisi VIII':

[Gambas:Video 20detik]