Cegah Penularan Omicron, Kemenkumham Buat 22 Surat Edaran Internal

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 13:36 WIB
Sekjen Kemenkumham, Komjen Andap Budhi Revianto
Sekjen Kemenkumham Komjen Andap Budhi Revianto (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan perkantoran dengan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Menanggapi hal tersebut, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI mengeluarkan surat edaran secara internal.

"Ada berbagai regulasi, yang pertama sebagai rujukan kami adalah arahan Bapak Presiden ditindaklanjuti oleh Bapak Menteri, saya selaku Sekjen buat surat edaran ya, surat edaran terhadap satuan kerja jadi secara internal," ujar Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI Kombes Andap Budhi Revianto kepada wartawan, di Gedung Ditjen AHU, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022).

Andap mengatakan telah mengeluarkan 22 surat edaran. Namun pihaknya belum menentukan bentuk penyesuaian jumlah karyawan yang bekerja dari rumah (WFH) maupun bekerja di kantor (WFO).

"Saya selaku Sekjen sudah mengeluarkan surat edaran 22 kali, termasuk kemarin salah satunya, intinya seperti itu tetapi secara internal," ucapnya.

"Jadi kita berkoordinasi dengan satgas nanti dibuktikan leveling ya, 75, 50 kita bagi ya. Volumenya 75 persen sebagian nggak, 50 persen sebagian nggak kita atur jadi dinamis itu pengaturannya," ujarnya.

Selain itu, Andap menyebut Kemenkumham HAM melakukan berbagai langkah pencegahan. Dia mengimbau masyarakat disiplin protokol kesehatan untuk menghadapi berbagai varian COVID-19.

"Yang pasti kita saat ini melaksanakan langkah-langkah preventif, preventif prevention disini setelah Omicron ada IHU sementara masih di Prancis. Jangan menjadikan kita khawatir tetapi kita waspada dengan menerapkan lebih disiplin, menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan tren kasus COVID-19 di Indonesia sedang meningkat imbas varian Omicron. Jokowi meminta semua pihak agar tetap waspada, tapi tidak panik.

"Saat ini kita sedang alami tren kenaikan kasus COVID yang disebabkan oleh varian Omicron. Oleh sebab itu, kita semua harus waspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan kepanikan," ujar Jokowi dalam jumpa pers virtual, Selasa (18/1).

Jokowi turut mendesak masyarakat untuk tidak pergi ke luar negeri dan pusat keramaian apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Jokowi menganjurkan warga untuk bekerja dari rumah atau WFH.

Berikut penggalan pernyataan Jokowi:

Oleh karena itu, Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa kerja dari rumah, WFH, lakukanlah kerja dari rumah.

(aud/aud)