11 Kasus Omicron Terdeteksi di Tangerang Raya, Kebijakan PTM Bakal Berubah?

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 09:30 WIB
Poster
Ilustrasi omicron (Foto: Edi Wahyono)
Serang -

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti melaporkan ada 11 kasus aktif COVID-19 varian Omicron di Tangerang Raya. Ia menyebut, dengan adanya temuan ini kemungkinan akan ada kebijakan baru dari Pemprov terkait PTM dan aktivitas perkantoran.

"11 kasus varian Omicron sebagian dari mereka ditemukan di Tangerang Raya. Untuk yang bekerja di perkantoran kemungkinan nanti akan WFH begitu juga dengan PTM akan dilakukan evaluasi dan disesuaikan dengan tingkat kerawanannya. Bisa 70 atau 50 persen," kata Ati di Serang, Rabu, Selasa (19/1/2022).

Dengan adanya penyebaran ini, perlu ada kewaspadaan dari semua pemda di Provinsi Banten termasuk penyediaan tempat isolasi. Rumah sakit diwajibkan untuk menyediakan ruang isolasi khusus pasien Corona.

"Rumah sakit yang ada di Banten akan diwajibkan menyediakan ruangan khusus untuk penanganan pasien COVID-19, termasuk juga nanti RSUD Banten akan kembali dijadikan sebagai RS rujukan utama penanganan pasien COVID," ujarnya.

Ati menambahkan, salah satu antisipasi juga perlu dibarengi dengan vaksinasi di kabupaten kota. Sejauh ini baru Tangerang Raya dan Kabupaten Serang yang melakukan booster vaksin.

"Sementara vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dan booster untuk lansia sudah dapat dilakukan di semua wilayah," ujarnya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat atas potensi penyebaran varian Omicron perlu diperketat. Bisa saya, jika terjadi lonjakan puncak varian ini maka ada skema pengetatan kegiatan seperti saat puncak pandemi pertama dan kedua pada tahun lalu.

"Kuncinya di masyarakat, harus disiplin terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.

(yum/bbn)