Pengurus Makam Ungkap TPU Kober Jakbar Langganan Banjir Sejak 2002

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 12:02 WIB
TPU Kober Jakbar banjir (Foto: Karin/detikcom)
TPU Kober Jakbar banjir. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Tempat pemakaman umum (TPU) Kober yang berlokasi di Pendongkelan, Cengkareng Timur, Jakarta Barat (Jakbar), tergenang banjir. Hingga kini banjir di makam tersebut belum surut.

Pantauan detikcom pukul 11.07 WIB di lokasi, banjir di makam tersebut masih memenuhi sebagian kompleks pemakaman. Bahkan beberapa nisan juga turut tenggelam karena banjir.

Puluhan makam di lokasi ini terbenam banjir. Beberapa nisan penanda makam pun sudah tak terlihat.

Air terlihat memenuhi sebagian nisan tersebut. Tak seluruh makam mengalami kebanjiran hanya sebagian makam yang berada di bawah saja yang terendam.

Namun, makam sekitar kondisinya banyak yang sudah berlumpur akibat resapan air. Kondisi di makam tersebut juga licin akibat lumpur.

Pengurus makam, Dani (56), menyebut fenomena banjir di makam ini sudah sering terjadi. Bahkan banjir di makam ini disebut sudah menjadi hal yang biasa.

"Sejak tahun 2002, setiap tahun banjir," kata Dani ditemui di lokasi, Rabu (19/1/2022).

TPU Kober Jakbar banjir (Foto: Karin/detikcom)TPU Kober Jakbar banjir (Karin/detikcom)

Dani mengatakan banjir di lokasi pemakaman ini disebabkan sudah tidak ada lagi tempat pembuangan air. Menurutnya, tempat pembuangan air pemakaman yang diurusnya ini sudah menjadi perumahan sekarang.

"Terus buangannya terjadi tempat itu perumahan. Itu air sekarang nggak cepet ngalir. Tergenang dulu di sini seminggu dua minggu, gitu," jelas Dani.

"Sejak perumahan ini ada, buangan air udah nggak ada, endapan sawah semua. Selama ada perumahan ini 2002 nggak ada tempat buangan air paling serapannya sawah-sawah ini. Soalnya perumahan ini lebih tinggi dari tanah dasar atau tanah kampung, jadi air larinya kemari semua," sambungnya.

Lama Surut

Dani mengungkapkan banjir di TPU Kober surut dalam waktu yang lama. Menurut dia, salah satu cara agar banjir cepat surut hanya menggunakan mesin pompa.

Dani menyebut, jika ingin surut lebih cepat, hanya pompa air yang menjadi solusinya. Ini disebabkan pompa air tersebut akan menyedot banjir yang ada di makam tersebut.

"Waduh lama (surutnya) bisa 3-4 bulan, memang kerendem makamnya. Cuma kalau mau cepet kering itu kita ada mesin, kita minjem sama RT karena saluran air ini nggak jalan. Kalau kita antepin (diemin) bisa 3-4 bulan (banjir), 2 bulan nggak ada hujan ya kita sedot," jelas Dani.

"Ini harus disedot, kalau nggak disedot nggak kering," sambungnya.

Dia juga mengatakan siklus banjir di makam ini kerap terjadi pada Desember-Juli. "Iya kalau Juli ke sana sudah musim kering nanti di bulan 12 banjir lagi," tutupnya.

Simak Video 'Duh! Penampakan TPU Kober Jakbar Kebanjiran':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/mae)