DPR Resmi Kirim Utusan ke Aussie
Senin, 08 Mei 2006 15:45 WIB
Jakarta - Setelah sekian lama tertunda, DPR memastikan akan berangkat ke Australia. Kunjungan yang terkait visa sementara 42 warga Papua ini bukan lagi bersifat pribadi, melainkan resmi atas nama institusi."Kita akan berangkat mewaliki fraksi dan resmi mengatasnamakan institusi DPR. Tim akan dipimpin AS Hikam karena dia Ketua Pokja Luar Negeri. Kami sedang memperdalam data-data sambil korespondensi," ungkap Anggota Komisi I dari FPAN Dedy Jamaludin Malik.Dedy menyampaikan rencana tersebut di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/5/2006).Namun demikian, Dedy belum dapat membeberkan nama-nama anggota DPR yang akan berangkat dan waktu keberangkatannya."Kemungkinan setelah tanggal 20 Mei ketika masa reses parlemen di sana selesai," kata dia.Dalam kunjungan nanti, lanjut Dedy, DPR akan membeberkan ketidakbenaran adanya genocida di Papua dan akan menyampaikan kondisi RI berbeda sebelum 1998 dan setelahnya."Kalau ada genocida terjadi tahun 1998 dan itu masih perlu dibuktikan dan setelah 1998 tidak ada lagi seperti itu," cetusnya.Selain bertemu parlemen, Dedy menambahkan, DPR juga akan bertemu dengan eksekutif dan orang Papua di Australia."Kita ingin ini sekomprehensif mungkin. Kita minta Australia supaya jadi sahabat yang baik," ujar Dedy.Rencana keberangkatan beberapa anggota DPR RI tertunda lantaran parlemen Australia tengah reses. Keberangkatan anggota DPR ini menuai pro kontra dari berbagai pihak.
(aan/)











































