Status Tanggap Darurat Bikin Pemkab Madina Kena Damprat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 22:16 WIB
Mandailing Natal terendam banjir dan longsor (dok. BPBD Sumatera Utara)
Mandailing Natal terendam banjir dan dilanda longsor. (Dok. BPBD Sumatera Utara)
Medan -

Pemkab Mandailing Natal (Madina) kena damprat Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi lantaran menetapkan status darurat bencana saat banjir. Edy menilai kondisi banjir itu belum layak ditetapkan sebagai status darurat.

Sebagaimana diketahui, banjir bandang memang terjadi di Kabupaten Madina sejak Sabtu (18/12/2021). Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor Madina mulai 18 Agustus hingga 31 Desember 2021.

Kadis Kominfo Madina Sahnan Pasaribu mengatakan banjir dan longsor terjadi akibat hujan deras mengguyur kawasan Madina dua hari sebelumnya. Akibatnya, 16 kecamatan mengalami banjir dan longsor.

"Sebanyak 16 kecamatan kita terlanda, meliputi 74 desa, sebagian besarnya itu ada banjir, sebagiannya lagi ada longsoran, sehingga memutus akses kawasan pantai barat. Kita nggak bisa lalui karena genangan air yang tinggi di perbatasan Sumatera Barat dengan kita di Kecamatan Ranto Baek. Dari sana kita nggak bisa masuk," kata Sahnan, Minggu (19/12).

Sahnan menuturkan ada 11 ribuan penduduk terdampak banjir di Madina. Ada yang telah dievakuasi ke posko pengungsian, ada juga yang telah mengungsi ke tempat-tempat sanak saudaranya yang tidak terkena banjir.

"Sebelas ribuan. Itu mengungsi di tempat-tempat yang aman, tapi tidak banyak yang kita buat titik pengungsi karena bisa bergabung dengan tetangga yang tidak terdampak, dengan desa terdekat tempat-tempat saudaranya," ujar Sahnan.