Menkes Jelaskan Alasan Masih Ada Daerah Belum Terima Booster

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 21:08 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengunjungi lokasi tes swab antigen di Suramadu sisi Surabaya. Menurutnya, kekompakan Gubernur Jatim, Bupati Bangkalan dan Wali Kota Surabaya bisa mengatasi lonjakan kasus di Bangkalan
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab masih adanya kabupaten/kota yang belum terima vaksin booster. Budi Gunadi mengatakan wilayah yang belum dapat vaksin booster harus memenuhi target vaksin dosis kedua.

"Saya bilang, kabupaten/kota semua bisa booster lansia. Mohon maaf ada kabupaten/kota yang nggak mau nyuntik lansianya. Kalau nggak memenuhi target suntik dulu yang primernya, baru dikasih booster," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (18/1/2022).

Dia berharap pemda setempat untuk mengejar target vaksin agar bisa mendapat vaksin booster. Sehingga target vaksinasi nasional dapat terpenuhi.

"Tapi lansia kita kasih booster untuk seluruh kabupaten/kota. Kita harap ini jadi insentif juga agar orang yang mau booster jadi ngejar juga ke pemerintah daerahnya supaya lebih rajin nyuntik, agar thresholdnya terpenuhi sehingga bisa dibooster," ucapnya.

Budi mengatakan keseluruhan vaksinasi hingga saat ini mencapai 300 juta dosis. Angka ini mendekati target awal yakni 400 juta.

"Kalau ditanya berapa, hari ini nyentuh 300 juta dari target awal 400 juta, gara-gara ditambah anak nambah lagi 26 juta orang atau 52 juta dosis vaksin," ujarnya.

Budi menargetkan vaksinasi dua dosis akan selesai pada akhir Juni. Termasuk vaksinasi dewasa hingga anak.

"Perkiraan saya, mungkin di bulan April kita sudah bisa selesai primer untuk dewasa remaja, kalau lihat [rate] sekarang. Juni bisa selesai vaksinasi primer untuk termasuk anak-anak. Jadi 450 juta mungkin sudah disuntikkan sampai akhir Juni. Kira-kira seperti itu," ujarnya.

Simak juga video 'Menkes Sebut Total Vaksin Kedaluwarsa Ada Lebih dari 1 Juta Dosis':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/isa)