Andi Widjajanto Nilai China Persiapkan Perang, RI Diminta Bersiap Diri

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:33 WIB
Andi Widjajanto (M Zhacky Kusumo/detikcom)
Andi Widjajanto (M Zhacky Kusumo/detikcom)

Andi menilai dinamika ancaman sangat-sangat dinamis. Kementerian Pertahanan biasanya melakukan evaluasi setiap tahun. Setiap awal tahun akan ada rapat pimpinan untuk memberikan laporan kepada menteri, kepada presiden tentang apa ancaman terbaru.

"Yang saya contohkan ini adalah yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tentang karakter perang masa depan (future war) yang akan kita hadapi menuju 2045 dan karakternya sudah berbeda, sudah berbeda dari tahun 1980‐an, dari awal tahun 2000‐an. Ya, ini adalah eskalasi tertinggi yang mungkin harus kita antisipasi," tutur Andi.

Perangnya akan berbasis teknologi, tegas Andi, dan akan menimbulkan kehancuran yang sangat besar. Perang yang akan singkat bisa shift battle. Perangnya akan ada di fisik, darat, laut, udara, tetapi juga akan ada di ruang persepsi, akan ada di infrastruktur ekonomi, infrastruktur digital, hingga perang hibrida.

"Ini karakter perang baru yang harus kita antisipasi. Karakter perang baru ini kita antisipasi dengan menyapkan pilar-pilar doktrin. Hari ini pilar doktrinnya ada dua, yang pertama ada doktrin pertahanan yang didapat dari pengalaman kita 75 tahun lebih untuk melakukan operasi militer di Indonesia, ada tentang keyakinan kita tentang pertahanan rakyat, pertahanan semesta, perang beralut, sistem kita defensif aktif, kita melakukan pertahanan dalam, kita melakukan perang gabungan, dan juga ada pilar‐pilar baru tentang ekonomi pertahanan, mulai dari prinsip mobilisasi, transformasi pertahanan, kemandirian pertahanan, industri pertahanan, adopsi teknologi, dan investasi pertahanan," pungkas Andi.


(asp/aik)