Tegang dengan China, Filipina Beli 2 Kapal Perang Korsel Rp 7,8 T

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Des 2021 18:09 WIB
FILE PHOTO: Relatives of Philippine Navy sailors wave their national flags as the navys newly-acquired vessel, the Pohang-class corvette BRP Conrado Yap (PS39), docks at the international port in Manila on August 20, 2019. The newly-acquired vessel from South Korea, measuring some 88.3 meters with a maximum speed of 32 knots, is capable of anti-submarine warfare equiped with sonar, torpedo launchers and depth charges. (Photo: TED ALJIBE/AFP via Getty Images)
Ilustrasi kapal perang Filipina (dok. TED ALJIBE/AFP via Getty Images)
Manila -

Filipina memesan dua kapal perang baru dari Hyundai Heavy Industries asal Korea Selatan (Korsel) dalam kesepakatan senilai 28 miliar Peso atau setara Rp 7,8 triliun. Pembelian itu dalam rangka memodernisasi Angkatan Laut Filipina saat menghadapi ketegangan dengan China terkait Laut China Selatan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (28/12/2021), Angkatan Laut Filipina mulai usang dalam beberapa dekade terakhir -- bahkan mencakup kapal perang Amerika Serikat (AS) dari era Perang Dunia II -- sampai akhirnya pendahulu Presiden Rodrigo Duterte, Benigno Aquino, memulai program modernisasi sederhana tahun 2010.

Kesepakatan terbaru senilai 28 miliar Peso dengan raksasa pembuat kapal asal Korsel itu dicapai lima tahun setelah perusahaan itu juga memenangkan kontrak untuk membangun dua kapal frigate bagi Angkatan Laut Filipina.

Kapal jenis corvette dan frigate merupakan kapal perang berukuran kecil dan cepat yang utamanya digunakan untuk melindungi kapal-kapal lainnya dari serangan.

"Proyek ini akan memberikan Angkatan Laut Filipina dua kapal corvette modern yang mampu melakukan misi-misi anti-kapal, anti-kapal selam dan anti-perang udara," sebut Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana, dalam pidato saat seremoni penandatanganan kesepakatan di Manila.

Lorenzana menyebut kesepakatan ini 'akan memastikan kesamaan dan interoperabilitas dengan aset-aset kita yang sudah ada'. Disebutkan bahwa bahwa kesepakatan ini akan 'memudahkan pemeliharaan dan perbaikan'.

Filipina diketahui mendapatkan dua kapal Penjaga Pantai AS dan tiga kapal untuk pendaratan dari Australia, serta sejumlah kapal patroli pantai dari Jepang, dalam upaya meningkatkan kehadirannya di Laut China Selatan, di mana Filipina berselisih dengan China.

Tonton juga Video: Bertambah! Korban Tewas Akibat Topan Rai di Filipina Jadi 388 Jiwa

[Gambas:Video 20detik]