Andi Widjajanto Nilai China Persiapkan Perang, RI Diminta Bersiap Diri

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 20:33 WIB
Andi Widjajanto (M Zhacky Kusumo/detikcom)
Andi Widjajanto (M Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta -

Ahli dari pemerintah di Mahkamah Konstitusi (MK) Andi Widjajanto menyatakan strategi China sama seperti Jepang saat menyiapkan Perang Dunia II. Oleh sebab itu, Indonesia harus bersiap diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Hal itu disampaikan dalam uji materi UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) terkait komponen cadangan (Komcad). Andi menyatakan situasi China sedang menyiapkan langkah perang untuk menguasai Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Analisis Andi berdasarkan sikap China yang melakukan rencana strategis selama 70 tahun lebih. Tahap pertama dari 1980 sampai 2000. Tahap kedua, pada 2000-2020. Tahap ketiga, 2020-2050.

"Di tahap kedua, rensra-nya China 2000 sampai 2020 mereka siap menggelar kekuatan, memenangkan perang Laut Cina Selatan. Nanti di tahun 2020 sampai 2050, mereka siap menggelar kekuatan, menang perang di dua titik sekaligus sebagai patokannya. Yaitu Guam di Samudra Pasifik dan Diego Garcia di Samudera Hindia," kata Andi dalam sidang di MK yang disiarkan secara live di Chanel YouTube MK, Selasa (18/1/2022).

Andi membandingkan strategi China dengan stratagi Jepang dalam menyiapkan perang. Di mana Jepang menyeret dunia pada Perang Dunia II.

"China menyiapkannya perencanaan 70 tahun dimulai 1980. Terakhir kali ada negara di kawasan ini dengan perencanaan strategis 70 tahun, negara itu adalah Jepang, perencanaannya dimulai 1870, perencanaannya disebut Restorasi Meiji, selesai tahun 1940, boom, 7 Desember 1941 dia menyerang Pearl Harbor," kata Andi menegaskan.

Atas analisis itu, Andi menilai diperlukan kesiapan oleh Indonesia secara dini.

"Nah, ini yang membuat saya, loh perangnya kemungkinannya akan bertambah dan Indonesia harus secara dini menyiapkan untuk itu," beber Andi.

"Kita perencanaannya untuk masa Reformasi dimulai tahun 2006, berhenti tahun 2024, disebut sebagai kekuatan pertahanan minimum 2024. Jadi kalau sekarang apakah ada perkembangan dinamika lingkungan yang signifikan antara tadi tulisan saya 2010 dengan kondisi tahun 2018 sampai 2021? Ya. Apakah akan mengarah ke eskalasi ancaman yang semakin memperbesar peluang perang? Ya, terutama karena ada ketegangan antarnegara besar Amerika Serikat di kawasan ini dan ketegangan itu tidak tampak mereda walaupun misalnya terjadi perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat yang secara ideologi politik Partai Demokrat mestinya akan cenderung menggunakan langkah-langkah demokratis, ketimbang Trump di masa Republik," sambung Andi.

Lihat juga video 'Bersitegang dengan China, Begini Latihan Perang Taiwan':

[Gambas:Video 20detik]