2 Pemuda Palembang Nyaris Tewas Dianiaya Kawanan Jukir Liar Pakai Batu

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 17:53 WIB
Sejumlah jukir liar penganiaya 2 pemuda di Palembang ditangkap
Sejumlah jukir liar penganiaya 2 pemuda di Palembang ditangkap (Foto: Prima Syahbana)
Palembang - Dua pemuda di Palembang, Sumatera Selatan, bernama Repindo (21) dan M Ardiyansyah (23), nyaris tewas dianiaya kawanan juru parkir liar secara bergantian. Keduanya dirawat di rumah sakit.

"Iya benar, korban nyaris tewas dengan kondisi mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya akibat dianiaya segerombolan juru parkir liar tersebut, pakai batu," kata Kapolsek Ilir Barat II (dua) Palembang Kompol M Ihsan saat ditemui detikcom di Palembang, Selasa (18/1/2022).

Penganiayaan itu, kata Ihsan, terjadi di depan sebuah kafe di Jalan Kironggo Wirosantiko, Kelurahan 30 Ilir, Ilir Barat II, Palembang, pada Minggu (16/1/2022) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Menurutnya, kedua korban saat kejadian sedang mengendarai sepeda motor dan melintas di TKP.

"Peristiwa itu terjadinya Minggu dini hari kemarin, pada saat korban dan saksi beserta rombongan melewati TKP menggunakan R2," kata Ihsan.

Setiba di lokasi kejadian, kata dia, segerombolan juru parkir liar yang berjumlah 10 orang terlibat cekcok dengan kedua korban menggunakan kata-kata yang tidak pantas.

"Usai cekcok, diduga karena kedua korban tidak menghiraukan, para pelaku jukir liar itu emosional dan langsung menganiaya kedua korban pakai batu secara bergantian," kata Kapolsek.

Akibat kejadian itu, terangnya, kedua korban mengalami sejumlah luka yang cukup serius di sekujur tubuhnya hingga nyaris tewas. Korban dinyatakan selamat setelah dilarikan warga sekitar ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis.

Mendapat laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan 10 orang terduga pelaku. Enam pelaku di antaranya AD (17), RD (15), MT (16), MD (16), MR (15), dan RE (15) saat ini sudah jadi tersangka dan ditahan.

"Korban selamat karena cepat dibawa ke rumah sakit. Dari laporan itu kita selidiki. Sepuluh orang kita amankan, 6 di antaranya kita tetapkan jadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," jelas Ihsan. (mud/mud)