Gubernur Jambi Akui Proyek Tanggo Rajo Dibongkar Perintahnya, Ini Alasannya

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 16:33 WIB
Proyek Rp 2 miliar di Kawasan Tanggo Rajo Jambi dibongkar
Proyek Tanggo Rajo yang dibongkar. (Dok. Istimewa)
Jambi -

Gubernur Jambi Al Haris mengakui pembongkaran proyek rehabilitasi kawasan Tanggo Rajo senilai Rp 2 miliar perintahnya. Ia meminta lokasi bangunan dipindahkan ke tempat lain.

"Pertama, kita kan membangun ini kan sebenarnya kan dasarnya adalah untuk bagi masyarakat. Nah jadi, awal dibangun saya juga tidak tau lokasi di mana, saya kan terima aja kan. Ternyata, sudah ada apa namanya masterplan lah, yang sudah dibikin lama, oleh yang dahulu gitu kan. Nah PU rupanya itu, diteruskan oleh mereka, saya malah minta di bawah ini (lokasi lain) yang dia tangani gitu loh, kan di bawah ini nampak pedagangnya kocar-kacir tempatnya nggak ada. Jadi itu yang ditangani bukan bangunan itu," kata Gubernur Jambi Al Haris saat ditemui detikcom di rumah dinasnya, Selasa (18/1/2022).

Al Haris mengaku sebelumnya sudah menemui Kepala Dinas PUPR Jambi, yakni M Fauzi. Ia mengatakan sudah memberi tahu anak buahnya untuk dipelajari kembali bangunan tersebut, yaitu selain bangunan tersebut mengganggu ketertiban dan kenyamanan, proyek bangunan itu juga dinilai menghadap rumah dinas Wakapolda Jambi.

"Saya bilang dengan Kadis PU, coba dipelajari lagi, apakah itu efektif di situ, itu parkirnya nggak ada, itu mentok ke rumah Bapak Wakapolda di depannya. Apakah itu tidak mengganggu itu nanti, nanti itu orang ngamen-ngamen terus segala macam, apa itu tidak suaranya sampai ke rumah beliau, ya kan. Belum lagi parkirnya nggak ada kan rawan juga nanti, kecelakaan di situ kan. Nah, maka gimana, Pak, ya kalau bisa, kalau itu masih mungkin ya pindahkan saja, jadi pindahkan saja ke tempat lain, supaya tidak mengganggu," ujar Haris.

Ia lalu memutuskan proyek yang telah dibangun itu dibongkar dan direlokasi ke tempat lain. Menurutnya, komponen bangunan yang dibongkar masih bisa digunakan kembali.

"Nah, maka itu sudah di bongkar, nah sudah disiapkan di sini (lokasi lain), itu tidak masalah, barangnya kan masih ada, apalagi juga kita bongkar barang itu secara baik-baik," ucap Haris.

Nantinya pengerjaan pembangunan proyek di lokasi baru itu akan dikerjakan kembali oleh kontraktor yang lama.

Haris juga menyebutkan saat ini dia mengambil kebijakan yang mana kebijakan itu dengan membangun apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Jadi jika seandainya persoalan itu di bangunan dekat rumah Pak Waka ya itu benar. Jadi jika seandainya dibangun di depan Rumdis saya pun, saya rasa juga terganggu kan. Jadi intinya saya rasa tidak ada persoalan yang lain, jadi tinggal kita cari saja di mana lokasi tempat barunya itu," sebut Haris.