7 Warga Bandung Susul Gugat Presidential Threshold Jadi 0 Persen ke MK

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 11:52 WIB
Sejumlah warga Gambir, Jakarta, terlihat masih antre untuk memenuhi hak suara di Pemilu 2019. TPS tersebut merupakan lokasi tempat Jokowi mencoblos.
ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Gugatan demi gugatan datang ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggugat presidential threshold agar diubah dari 20 persen menjadi 0 persen. Kali ini datang dari 7 warga Kota Bandung yang berharap parpol mana pun bisa mengusung calon presiden.

Hal itu tertuang dalam berkas permohonan yang dilansir website MK, Selasa (18/1/2022). Tujuh pemohon itu adalah:

1. Syafril Sjofyan
2. Tito Reosbandi
3. Elyan Verna Hakim
4. Endang Wuryaningsih
5. Ida Farida
6. Neneng Khodijah
7. Lukman Nulhakim

"Menyatakan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat," demikian petitum permohonan pemohon.

Pemohon berpendapat Pasal 222 menghilangkan hak konstitusional parpol dan bertentangan dengan Pasal 6A ayat 2 UUD 1945.

"Hak konstitusional parpol dalam menyediakan dan menyeleksi sebanyak-banyaknya calon pemimpin masa depan," ujar pemohon mengutip putusan MK Nomor 53/PUU-XV/2017.

Selain itu, kata pemohon, dengan aturan ini, yang bisa mencalonkan presiden pada 2024 adalah parpol hasil pileg 2019. Hal itu dinilai tidak fair dan tidak demokratis.

"Legitimasi pemilihan 2019 juga diberikan oleh pemilih yang telah meninggal dunia, sebab beberapa di antara pemilih yang telah menyalurkan suaranya pada Pemilu 2014 telah meninggal dunia," bebernya.

Berikut daftar pemohon serupa:

1. Ferry Joko Yuliantono

Waketum Partai Gerindra itu menggugat presidential threshold dari 20 persen menjadi 0 persen dengan alasan aturan itu dinilai menguntungkan dan menyuburkan oligarki.

2. Gatot Nurmantyo

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menggugat syarat ambang batas pencapresan (presidential threshold) 20 persen menjadi 0 persen ke MK. Menurutnya, dalam ilmu hukum secara teoretik dikenal prinsip 'law changes by reasons'. Dalam tradisi fikih juga dikenal prinsip yang sama, yaitu 'fikih berubah jika illat-nya (alasan hukumnya) berubah'.

3. Dua Anggota DPD

Dua anggota DPD, Fachrul Razi asal Aceh dan Bustami Zainudin asal Lampung, menggugat ke MK pekan lalu soal presidential threshold (PT) agar menjadi 0 persen. Fachrul Razi meminta doa dukungan kepada seluruh Indonesia agar demokrasi di Indonesia dapat ditegakkan.

"Kedua, kita doakan kepada Allah SWT semoga tergugah hati Hakim MK memperhatikan dan memutuskan seadil-adilnya dalam rangka yang terbaik terhadap demokrasi Indonesia dan kita harapkan nol persen jawaban terhadap masa depan Indonesia. Salam PT nol persen," tegas Fachrul Razi.

4. Partai Ummat
5. Lieus Sungkharisma
6. Tiga anggota DPD RI yaitu Tamsil Linrung, Edwin Pratama Putra dan Fahira Idris
7. Sebanyak 27 WNI di Luar Negeri

Sebanyak 27 WNI di luar negeri dari berbagai penjuru dunia juga menggugat PT agar jadi nol persen.

1. Tata Kesantra, tinggal di New York, Amerika Serikat
2. Ida irmayani, tinggal di New York, Amerika Serikat
3. Sri Mulyanti Masri, tinggal di New Jersey, Amerika Serikat
4. Safur Baktiar, tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat
5. Padma Anwar, tinggal di New Jersey, Amerika Serikat
6. Chritsisco Komari, tinggal di California, Amerika Serikat
7. Krisna Yudha, tinggal di Washington, Amerika Serikat
8. Eni Garniasih Kusnadi, tinggal di San Jose, California, Amerika Serikat
9. Novi Karlinah, tinggal di Redwood City, California, Amerika Serikat
10. Nurul Islah, tinggal di Everett, Washington, Amerika Serikat
11. Faisal Aminy, tinggal di Bothell, Washington, Amerika Serikat
12. Mohammad Maudy Alvi, tinggal di Bonn, Jerman
13. Marnila Buckingham, tinggal di West Sussex, United Kingdom
14. Deddy Heyder Sungkar, tinggal di Amsterdam, Belanda
15. Rahmatiah, tinggal di Paris, Prancis
16. Mutia Saufni Fisher, tinggal di Swiss
17. Karina Ratna Kanya, tinggal di Singapura
18. Winda Oktaviana, tinggal di Linkuo, Taiwan
19. Tunjiah, tinggal di Kowloon, Hong Kong
20. Muji Hasanah, tinggal di Hong Kong
21. Agus Riwayanto, tinggal di Horoekimae, Jepang
22. Budi Satya Pramudia, tinggal di Beckenham, Australia
23. Jumiko Sakarosa, tinggal di Gosnells, Australia
24. Ratih Ratna Purnami, tinggal di Langford, Australia
25. Fatma Lenggogeni, tinggal di New South Wales, Australia
26. Edwin Syafdinal Syafril, tinggal di Al-Khor, Qatar
27. Agri Sumara, tinggal di Al-Kohr, Qatar

(asp/mae)