Waspada! Potensi Hujan Angin 3 Hari ke Depan di Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 18 Jan 2022 10:11 WIB
Ilustrasi hujan lebat
Foto: iStock/Willowpix
Makassar -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga tiga hari ke depan. Warga kemudian diimbau untuk waspada.

"Monitoring perkembangan kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan," demikian pernyataan BMKG Wilayah IV Makassar dalam keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Hasil analisis dinamika atmosfer, terpantau adanya pola pertemuan massa udara dan belokan angin di wilayah Sulsel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Sementara hasil analisis perkembangan musim hujan menunjukkan bahwa 75 persen zona musim di Sulsel sudah memasuki musim hujan.

"Dalam 3 hari ke depan 18 hingga 20 Januari 2022, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah kabupaten kota Pare-Pare, Soppeng, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Kepulauan Selayar. Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sidenreng Rappang, Pinrang, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng. Serta potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulsel," katanya.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel. Gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter itu terjadi di Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde, Makassar bagian barat, dan Perairan Spermonde Makassar. Kondisi serupa diperkirakan terjadi di Perairan Sabalana, Teluk Bone bagian utara, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate-Kalaotoa bagian utara serta Perairan P. Bonerate-Kalaotoa bagian selatan.

Selanjutnya masyarakat yang menggunakan transportasi darat, udara, dan laut diimbau mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi pada 3 hari ke depan. Dampak tersebut antara lain potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, keterlambatan jadwal penerbangan, atau pelayaran.

"Dan meluapnya area tambak budidaya masyarakat, diharapkan selalu memperhatikan informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik," pungkasnya.

(hmw/mud)