4 Ribu Personel Amankan KTT D8
Senin, 08 Mei 2006 12:27 WIB
Denpasar - KTT negara-negara berkembang yang tergabung dalam D8 akan mendapat pengamanan serius. Sebanyak 4.000 personel dari TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga KTT D8 ke-5 yang akan digelar di Bali pada 9-13 Mei."Keamanan Indonesia belum pulih 100 persen. Jadi hal-hal itu (ancaman dan gangguan) harus kita antisipasi. Tidak boleh mengambil risiko," kata Kasum TNI yang juga menjadi Kepala Bidang Pengamanan KTT D8 Letjen TNI Endang Suwarya. Endang menyampaikan hal itu usai memimpin upacara gelar pasukan pengamanan KTT di Lapangan Inti Mandala, Renon, Denpasar, Senin (8/5/2006). Gelar pasukan itu juga dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Soenarko dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Zamroni.Pasukan yang dikerahkan untuk pengamanan KTT itu meliputi 700 polisi dan sisanya dari TNI dan Paspampres. Selain itu juga dikerahkan Kopasus AD, Den Bravo 90 AU, Detasemen Jaka AL, Detasemen 88 Antiteror, Jihandak dari AD, pasukan reaksi cepat, mobil lapis baja dan helikopter.Pengamanan KTT akan dilakukan di beberapa titik vital termasuk menjaga ketat pintu masuk ke Bali seperti pelabuhan laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pelabuhan laut Padang Bai dan pelabuhan udara Ngurah Rai. "Kita harus jaga jangan sampai ada dari luar masuk ke Bali hanya untuk mengacaukan KTT D8," kata Endang. Sejumlah gangguan keamanan di dalam negeri diprediksi berpotensi mengganggu kelangsungan KTT D8. Gangguan itu antara lain demo-demo anarkis, teror bom dan keamanan yang fluktuatif. KTT D8 dipastikan diikuti oleh 5 kepala negara yakni PM Turki, PM Pakistan, PM Malaysia, Presiden Iran, PM Bangladesh, selain Presiden Indonesia. Sementara negara lain seperti Mesir hanya akan mengirimkan utusan setingkat menteri, dan Nigeria masih ditunggu konfirmasinya.
(iy/)











































