Gandeng AAYG, MPR Akan Sosialisasikan 4 Pilar di Luar Negeri

Zefanya Aprilia - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 21:23 WIB
Bamsoet dan AAYG
Foto: MPR RI
Jakarta -

MPR RI menggandeng Asian African Youth Government (AAYG) akan menggelar sosialisasi empat pilar MPR di luar negeri. Ini sebagai implementasi mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana tercantum dalam konstitusi, yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Salah satu kunci sukses Indonesia bisa tetap tegak berdiri hingga saat ini, menjaga kedaulatan dan perdamaian di tengah kemajemukan suku, agama, ras, dan antar golongan, tidak lain karena adanya semangat kebangsaan yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI," ujar Ketua MPR RI Bamsoet dalam keterangannya, Senin (17/1/2021).

Asian African Youth Government (AAYG) kini dipimpin Saddam Al Jihad dari Indonesia dan Sekretaris Jenderal dari Bangladesh. Keanggotaannya terdiri dari sekitar 52 negara dunia termasuk yang berada dalam G-20.

Usai menerima Asian African Youth Government (AAYG) di Jakarta, Bamsoet mengajak AAYG untuk aktif menyukseskan kepemimpinan Indonesia dalam G-20. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai leader dalam penanganan perubahan iklim dengan mengedepankan green economy, green technology, green product, hingga blue energy dan blue economy.

Diungkapkannya, Presiden Joko Widodo sudah memulainya dengan membangun green industrial park atau kawasan industri hijau di Kalimantan Utara, yang akan memanfaatkan hydro power dari Sungai Kayan yang nantinya akan menghasilkan energi hijau, serta energi baru dan terbarukan (EBT).

"Potensi hydro power yang dimiliki Sungai Kayan diperkirakan bisa memproduksi 11-13 ribu megawatt. Indonesia juga memiliki lebih dari 4.400 sungai sedang dan sungai besar yang juga memiliki potensi untuk menghasilkan energi hijau. Termasuk juga memiliki potensi energi dari angin dan arus bawah laut," tandas Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan AAYG juga harus memanfaatkan kepemimpinan Indonesia tersebut untuk meningkatkan ekspor UMKM. Dengan cara ikut mendorong agar UMKM Indonesia bisa melek digital.

"Hingga saat ini, perusahaan rintisan atau start up yang ada di Indonesia sebanyak 2.229 perusahaan. Potensi ekonomi digital Indonesia hingga tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih kurang USD124 miliar. Potensi tersebut harus dimanfaatkan oleh UMKM, jangan sampai direbut oleh pasar impor," pungkasnya.

(ncm/ega)