Tersangka Korupsi Proyek Bengkalis I Ketut Suarbawa Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 18:44 WIB
Tersangka Manajer Wilayah II/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) I Ketut Suarbawa kembali jalani pemeriksaan di KPK.
I Ketut Suarbawa (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara Manajer Wilayah II/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya, I Ketut Suarbawa (IKS), telah lengkap. I Ketut Suarbawa akan segera disidang di kasus dugaan korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau.

"Hari ini (17/1) bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, tim jaksa menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) tersangka IKS dari tim penyidik karena seluruh berkas penyidikan perkara dimaksud telah dinyatakan lengkap," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

I Ketut Suarbawa sebelumnya terlibat dalam kasus korupsi pembangunan Jembatan Bangkinang, Riau. Dia kini telah menjalani pidana badan selama 4 tahun di Lapas Cibinong.

"Tersangka tidak dilakukan penahanan karena sedang menjalani pidana untuk perkara pertama," kata Ali.

Selanjutnya, Ali menyebut jaksa KPK akan menyusun surat dakwaan dan segera dilimpahkan ke pengadilan. I Ketut Suarbawa akan diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

"Tim jaksa segera menyusun dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini, di antaranya Project Manager PT Wijaya Karya, Didiet Hartanto (DH); staf pemasaran PT Wika, Firjan Taufa (FT); dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Tirtha Adhi Kazmi (TAK). Terakhir, ada juga tersangka Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika Sumindo, Petrus Edy Susanto (PES).

Perbuatan para tersangka diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp 129 miliar dari nilai proyek sebesar Rp 359 miliar.

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin sebagai tersangka. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Akhir-akhir ini KPK juga menetapkan Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (ANN) Handoko Setiono dan Direktur PT ANN Melia Boentaran sebagai tersangka. Kemudian KPK kembali menjerat M Nasir bersama sembilan tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Bengkalis lainnya.