KPK Ajukan Banding Atas Vonis 2 Terdakwa Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 20:56 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK mengajukan upaya banding terhadap putusan vonis Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (ANN) Handoko Setiono dan Direktur PT ANN Melia Boentaran. Handoko divonis 2 tahun dan Melia divonis 4 tahun dalam kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis, Riau.

"Setelah kami pelajari beberapa pertimbangan majelis hakim, tim jaksa KPK 25/10/2021 telah menyatakan upaya hukum Banding ke pengadilan Tinggi Pekanbaru," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Awalnya jaksa KPK menuntut Handoko dan Melia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis itu. Ali mengatakan upaya banding ini dilakukan karena vonis yang dijatuhi majelis hakim belum memenuhi rasa keadilan.

"Adapun alasan banding antara lain putusan majelis hakim kami nilai belum memenuhi rasa keadilan masyarakat dalam hal terbuktinya pasal dakwaan, penjatuhan amar pidana baik pidana penjara maupun pidana tambahan berupa pembebanan uang pengganti," kata Ali.

Selanjutnya, KPK, kata Ali, menyebut majelis hakim telah mengabaikan fakta hukum di sidang perkara korupsi proyek jalan di Bengkalis. Majelis hakim juga dinilai mengabaikan perhitungan kerugian negara yang mencapai Rp 114 miliar.

"Kami berpendapat, majelis hakim dalam pertimbangannya telah mengabaikan fakta hukum yang terungkap di persidangan, termasuk pengabaian atas perhitungan kerugian keuangan negara oleh tim auditor BPK RI," katanya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan KPK akan segera menyusun memori banding dan diserahkan kepada Pengadilan Tipikor Pekanbaru. KPK berharap Pengadilan Tipikor Pekanbaru segera mengirimkan salinan putusan lengkap Handoko dan Melia.

"Alasan selengkapnya akan kami tuangkan dalam memori banding tim jaksa. Kami akan segera menyusun memori bandingnya dan menyerahkan kepada Pengadilan Tinggi melalui kepaniteraan PN Pekanbaru," katanya.

"Untuk itu, kami berharap pengadilan Tipikor Pekanbaru dapat segera mengirimkan salinan putusan lengkap perkara dimaksud," tambahnya.

Pada vonisnya, Melia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 10,5 miliar serta pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 1 tahun.

Sementara sang suami, Handoko Setiono, dikenai pidana denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara. Handoko pun tidak dikenai biaya pengganti kerugian negara.

Lihat juga video 'Azis Syamsuddin Pakai Jurus Bantah di Sidang, KPK: Nggak Berpengaruh!':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/aud)