Proses Terjadinya Tsunami dan Apa Itu Tsunami, Simak Penjelasan Lengkapnya

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:21 WIB
Proses Terjadinya Tsunami dan Apa Itu Tsunami, Simak Penjelasan Lengkapnya
Proses Terjadinya Tsunami dan Apa Itu Tsunami, Simak Penjelasan Lengkapnya - ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Proses terjadinya tsunami seperti apa jadi informasi penting yang banyak dicari tahu. Hal ini lantaran beberapa waktu lalu dunia dikejutkan dengan peristiwa tsunami di Tonga, Pasifik Selatan.

Gelombang tsunami tersebut dipicu oleh erupsi gunung api bawah laut, Hunga Tonga-Hunga Ha'apai. Ketinggian maksimum gelombang tsunami mencapai 30 sentimeter.

Lalu bagaimana proses terjadinya tsunami? detikcom merangkum informasi yang perlu diketahui.

Apa Itu Tsunami?

Melansir dari situs ESDM, tsunami adalah rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih 900 km per jam, terutama yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut.

Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang 'Tsu' artinya pelabuhan dan 'Nami' artinya gelombang laut. Sehingga dapat diartikan, bahwa tsunami adalah gelombang laut yang menghantam pelabuhan.

Proses Terjadinya Tsunami: Kecepatan Gelombang Laut

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut. Misalnya, laut dengan kedalaman 7.000 meter, kecepatannya bisa mencapai 942,9 km/jam. Kecepatan ini hampir sama dengan kecepatan pesawat jet.

Namun, tinggi gelombang saat di tengah laut biasanya tidak lebih dari 60 cm. Sehingga, kapal-kapal yang sedang berlayar di atasnya jarang merasakan adanya tsunami.

Proses Terjadinya Tsunami Akibat Letusan Gunung Berapi

Proses terjadinya tsunami di Indonesia juga ada yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Letusan Gunung Krakatau tahun 1883 membuat gelombang tsunami setinggi 12 lantai gedung terjadi di daerah Lampung dan Banten. Akibatnya, 5000 kapal hancur, pulau kecil tenggelam, dan hampir 36000 orang tewas.

Proses Terjadinya Tsunami Akibat Tanah Longsor

Proses terjadinya tsunami berikutnya bisa karena tanah longsor. Misalnya, saat longsoran es dan batuan jatuh ke Teluk Lituya di Alaska tahun 1958 hingga menyebabkan tsunami.

Tinggi gelombang saat itu mencapai 350-500 meter dan melanda lereng-lereng gunung, pepohonan, dan semak belukar. Tsunami tersebut menewaskan dua orang pemancing ikan.

Proses terjadinya tsunami sudah diketahui. Selanjutnya, kamu juga perlu tahu langkah penyelamatan diri jika tsunami terjadi. Simak di halaman selanjutnya.