Atasi Eksodus di Timtim, Menhan & Menlu Diminta Koordinasi
Senin, 08 Mei 2006 11:37 WIB
Jakarta - Banyaknya eksodus WNI dan warga Timor Leste setelah aksi demonstrasi Tentara Nasional Timor Leste (TNTL) yang dipecat membuat Indonesia harus waspada. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Yusron Ihza meminta Menhan Juwono Sudarsono dan Menlu Hassan Wirajuda berkoordinasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan."Harus ada koordinasi antara Menhan dan Menlu mengenai dampak-dampak yang harus segera diantisipasi," ujar Yusron saat dihubungi detikcom Senin (8/5/2006) pukul 09.00 WIB.Yusron meminta pemerintah tidak segan-segan menambah pasukan untuk menjaga perbatasn RI-Timor Leste jika dinilai aparat yang ada selama ini masih kurang. Usulan ini didasarkan pada banyaknya eksodus WNI maupun warga negara Timor Leste karena khawatir dengan aksi demonstrasi tentara yang dipecat tersebut."Kalau pasukan kita di perbatasan dinilai kurang, padahal banyak terjadi eksodus, ini bisa berbahaya. Bisa dilakukan penambahan jika memang diperlukan," tambah politisi PBB iniYusron meminta pemerintah berhati-hati menyikapi masalah eksodus tersebut. Hal ini untuk menghindari kesan Indonesia ikut memperkeruh situasi di Timor Leste.Hingga saat ini situasi Kota Dili setelah demonstrasi tentara Timor Leste yang dipecat pada 28 April 2006 masih belum terkendali. Hal ini mengakibatkan ratusan WNI dan warga asli Timor Leste harus eksodus ke perbatasan RI-Timor Leste di daerah Atambua, Nusa Tenggara Timur.
(nrl/)











































