404 Kasus Omicron Dirawat di Wisma Atlet, 357 di Antaranya Sudah Sembuh

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:58 WIB
Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5/2021). Berdasarkan data pengelola, tingkat hunian pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen dalam kurun waktu sembilan hari terakhir terhitung sejak Selasa (18/5/2021) yaitu dari 15,02 persen menjadi 25,21 persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Wisma Atlet Kemayoran (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Sebanyak 404 kasus positif virus Corona (COVID-19) varian Omicron dirawat di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 357 orang di antaranya telah diizinkan pulang.

"Pasien Omicron total kasus akumulatif 404 pasien, 357 pasien sudah pulang, sisa 47 pasien termasuk di dalamnya pasien yang transmisi lokal 14 orang, dengan gejala ringan," kata Koordinator Humas RSDC-19 Kolonel dr Mintoro Sumego di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Mintoro mengatakan data keseluruhan kasus COVID-19 yang dirawat di Wisma Atlet Kemayoran ada 2.535 pasien. Jumlah tersebut sebagian besar merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Kapasitas hunian di Wisma Atlet hari ini berjumlah 2.535 pasien atau bor nya 43%. Penghuni 87% merupakan pelaku perjalanan luar negeri," katanya.

Mintoro menyebut saat ini pihaknya tengah mempersiapkan Tower 7 untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri, mengingat tengah melonjaknya kasus COVID-19.

"Sesuai dengan arahan pimpinan, untuk menyikapi hal ini maka kita tambah lagi Tower 7 untuk memperkuat akomodasi yang ada di Wisma Atlet ini, sehingga saat ini tower yang digunakan untuk perawatan Tower 5, 6, dan 7," katanya.

Selain menyiapkan Tower 7, Mintoro mengatakan, untuk antisipasi lonjakan kasus COVID-19, pihaknya akan menyiapkan Tower 4, sehingga total tower yang digunakan ada 4.

"Nanti kalau ada kelonjakan kita siapkan Tower 4, 5, 6, dan 7 untuk isolasi, jumlah itu bisa mencapai 7.895 tempat tidur, bahkan bisa kita kondisikan sampai 8.000 tempat tidur tapi mudah-mudahan tidak tercapai," katanya.

Mintoro mengatakan antisipasi tersebut dilihat dari tren COVID-19 yang terus melonjak, di mana pada awal Desember 2021 ada 112 pasien, hingga saat ini telah mencapai kurang lebih sekitar 2.000 pasien. Dia menyebut pihaknya siap menghadapi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

"Kita selalu siap hadapi kemungkinan terburuk," tuturnya.

(mae/mae)