KPK Telisik Dugaan Rahmat Effendi Terima Uang dari Potongan Dana Pegawai

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:43 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri
Ali Fikri (Foto: tim detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Kepala BPBD Kota Bekasi hingga Sekda Kota Bekasi terkait kasus suap yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi sebagai tersangka. KPK mengkonfirmasi para saksi soal adanya dugaan intervensi Rahmat Effendi (RE) dalam penentuan proyek di Bekasi serta penerimaan uang dari potongan dana pegawai.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi, antara lain masih terkait dugaan adanya arahan dan perintah tersangka RE untuk menentukan proyek-proyek tertentu yang anggarannya dikelola Pemkot Bekasi. Selain itu didalami juga mengenai adanya dugaan aliran sejumlah uang yang dinikmati tersangka RE dan pihak terkaitnya yang berasal dari potongan dana beberapa pegawai," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Saksi lain dalam pendalaman ini di antaranya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Tita Listia; PPK, Giyarto; Kabid pertanahan Disperkimtan Kota Bekasi, Heryanto; dan ajudan Wali Kota Bekasi, Andi Kristanto.

Selain itu, Ali mengatakan KPK mengkonfirmasi saksi swasta, Sherly dan Intan, soal kontrak kerja sama dengan Pemkot Bekasi. Kontrak tersebut diketahui dalam rangka pengadaan lahan dan adanya dugaan pemutusan kontrak sepihak.

"Kedua saksi ini pun hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait kontrak kerjasama dengan pihak Pemkot Bekasi dalam rangka pengadaan lahan dan dugaan adanya pemutusan kontrak sepihak atas kontrak pengadaan lahan dimaksud," kata Ali.

Sementara itu, saksi Kasi BP3KB, Lisda, tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang. Para saksi diperiksa hari ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya ditangkap KPK. Dari operasi tangkap tangan kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

"Perlu diketahui, jumlah uang bukti kurang-lebih Rp 5,7 miliar dan sudah kita sita Rp 3 miliar berupa uang tunai dan Rp 2 miliar dalam buku tabungan," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1).