KPK Sebut Ada Harta Irasional, Seperti Apa LHKPN Rahmat Effendi?

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 20:28 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi jadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Begini penampakan Rahmat Effendi saat mengenakan rompi tahanan KPK.
Rahmat Effendi (A. Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut adanya harta irasional pada kasus Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Lantas, bagaimana harta kekayaan Rahmat Effendi dari tahun ke tahun selama menjabat wali kota?

"KPK saat ini masih fokus kepada tindak pidana korupsi dalam bentuk suap dan gratifikasi, apakah kemudian akan dikembangkan? Sekali lagi semuanya masih terbuka untuk kemudian dikembangkan, tetapi kami masih saat ini fokus pada suap dan gratifikasinya," kata Ghufron dalam konferensi pers, Selasa (11/1/2022).

"Karena suap dan gratifikasinya saja masih memungkinkan untuk tidak saja yang kami dapat pada saat OTT. Masih akan berkembang karena harta-harta yang irasional juga masih kami lanjutkan pengembangannya," tambahnya.

Rahmat Effendi atau akrab disapa Pepen menjabat pada 2013-2018 dan 2018-2022. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap jual-beli jabatan dan pengadaan barang dan jasa.

Tahun 2012

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dalam web resmi KPK pada 2012, Pepen mempunyai harta senilai Rp 4.611.264.329.

Pepen tercatat mempunyai 39 tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi dan Subang. Tanah dan bangunan itu diketahui senilai Rp 3.231.943.850.

Lalu, Pepen juga kala itu Pepen juga memiliki 7 unit mobil, salah satunya Toyota Alphard. Ketujuh unit mobil itu senilai Rp 995.000.000. Pepen memiliki usaha bengkel senilai Rp 200 juta dan harta bergerak lainnya senilai Rp 80 juta.

Selanjutnya, Pepen memiliki kas senilai Rp 758.283.813 dan piutang sebanyak Rp 16.920.000. Selanjutnya, dia memiliki utang sebanyak Rp 652.883.334.

Tahun 2015

Lalu, pada 2015, Pepen memiliki peningkatan harta kekayaan, yakni senilai Rp 7.173.949.728. Pepen saat itu memiliki 44 bidang tanah dengan nilai Rp 5.373.501.300 di berbagai lokasi di Bekasi.

Pepen pada tahun itu tercatat memiliki 8 unit mobil senilai Rp 1.360.000.000, salah satunya Jeep Wrangler. Pepen juga memiliki usaha peternakan dan sejenisnya senilai Rp 200 juta.

Dia memiliki harta bergerak sebanyak Rp 80 juta, kas senilai Rp 796.411.762 dan piutang sebanyak Rp 16.962.000. Lalu, Pepen memiliki utang sebanyak Rp 652.883.334.

Tahun 2018

Pada 2018, harta Pepen mengalami sedikit penurunan, yakni senilai Rp 7.068.377.878. Saat itu Pepen memiliki 38 bidang tanah senilai Rp 5.996.002.000, yang tersebar di Subang, Bekasi, hingga Bogor.

Namun, pada 2018, Pepen tercatat hanya memiliki 1 unit mobil, yakni Toyota Land Cruisser senilai Rp 375 juta. Lalu harta bergerak Rp 280 juta dan kas sebanyak Rp 417.375.878.

Tahun 2019

Pada 2019, harta Pepen mengalami peningkatan senilai Rp 7.430.931.942. Saat itu Pepen memiliki 39 bidang tanah senilai Rp 6.346.002.000, yang tersebar di Subang, Bekasi, dan Bogor.

Lalu, Pepen tercatat memiliki 2 unit mobil senilai Rp 405.000.000. Mobil itu di antaranya Toyota Sedan Crown dan Chrysler Cher. Lalu ada harta bergerak senilai Rp 170 juta dan kas sebanyak Rp 509.929.942.

Tahun 2020

Pepen tercatat melaporkan LHKPN pada 2020. Dia memiliki penurunan harta, yakni senilai Rp 6.383.717.647.

Sementara itu, untuk tanah dan bangunan, Rahmat Effendi memiliki 39 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi, Subang, hingga Bogor. Totalnya Rp 6.346.002.000.

Kemudian, untuk kendaraan terdiri dari tiga mobil dan satu motor. Untuk mobil, terdiri dari Mobil Toyota Sedan SPR SL Tahun 2003 hasil sendiri, mobil Chrysler Cher LTD Contr 4.0 Tahun 1997 hasil sendiri, dan Mobil JEEP Cherokee Tahun 1995 hasil sendiri. Untuk motor, jenis Jeep Cherokee Tahun 1998 hasil sendiri. Dari keempat kendaraan itu totalnya Rp 810.000.000.

Lalu, harta bergerak lainnya Rp 170.000.000. Kekayaan kas dan setara kas Rp 610.915.238. Rahmat Effendi juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 1.553.199.591 atau Rp 1,5 miliar.

Simak video 'KPK Bantah Pernyataan Putri Pepen soal OTT Bermuatan Politis!':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/knv)