Siapkan 135 Unit, Jakpro Seleksi Calon Penghuni Kampung Susun Bayam di JIS

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:32 WIB
Warga gusuran Kampung Bayam bangun bedeng di belakang Jakarta International Stadium (JIS).
Warga gusuran Kampung Bayam bangun bedeng di belakang Jakarta International Stadium (JIS). (Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Jakpro menjawab kritik Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi soal peruntukan Kampung Susun Bayam di JIS, Jakarta Utara. Jakpro mengungkap nantinya calon penghuni kampung susun akan diseleksi terlebih dahulu.

"Mereka misalnya memenuhi, memang ingin terlibat dengan pengelolaan stadium sudah nantinya akan melalui mekanisme seleksi," kata Manager Proyek JIS PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Arry Wibowo saat dihubungi, Senin (17/1/2022).

Adapun Kampung Susun Bayam memang diperuntukkan bagi pekerja pendukung operasional JIS. Kendati demikian, dia menjamin proses seleksi akan terbuka sehingga siapa pun boleh mengikutinya, tak terkecuali warga eks Kampung Bayam.

"Warga yang memenuhi kualifikasi dan seleksi ya, di tempat ya, di situ, jadi memang terbuka saja ya untuk warga sekitar," jelasnya.

Arry mengungkap saat ini proyek Kampung Susun Bayam baru sampai pada lelang kontraktor serta persiapan pembangunan. Rencananya, sebanyak 135 unit akan dibangun.

"Saat ini kan dalam proses untuk pemilihan kontraktor pelaksana, harapannya nanti setelah terpilih kita baru mulai bangun," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Prasetyo Edi Marsudi mengkritik realisasi pembangunan Kampung Susun Bayam di kawasan Jakarta International Stadion (JIS), Jakarta Utara. Dia mempertanyakan ke Pemprov DKI mengapa kampung tersebut tidak diperuntukkan buat warga terdampak proyek JIS.

Pras--sapaan karib Prasetyo--mengungkap sejak awal konsep Kampung Susun yang jadi andalan Gubernur Anies Baswedan itu untuk warga korban gusuran. Namun, realisasinya ditempati orang luar yang tidak pernah tinggal di wilayah itu.

Padahal, Pemprov DKI Jakarta, memiliki program Community Action Plan (CAP). Program ini untuk bertanya kepada warga konsep tempat tinggal seperti apa yang akan dibangun menggantikan tempat tinggal lamanya.

"Kalau ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS buat apa dilakukan CAP. Itu namanya menipu. Membohongi publik. Bilang saja dari awal warga Kampung Bayam digusur. Ganti juga istilah Kampung Susun Bayam," kata Pras melalui keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Politikus PDIP itu lantas mendesak Gubernur Anies Baswedan memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam yang tergusur. Pras meminta jangan sampai Anies membiarkan warga hidup susah dengan rumah kumuh di pinggir rel. Pasalnya, Pras menganggap Pemprov sering kali merealisasikan program di luar rencana awal.

(taa/idn)