Ketua DPRD Kritik Kampung Susun Bayam Bukan untuk Korban Pembangunan JIS

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:09 WIB
Warga gusuran Kampung Bayam bangun bedeng di belakang Jakarta International Stadium (JIS).
Foto: Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik realisasi pembangunan Kampung Susun Bayam di kawasan Jakarta International Stadion (JIS), Jakarta Utara. Dia mempertanyakan ke Pemprov DKI mengapa kampung tersebut tidak diperuntukkan buat warga terdampak proyek JIS.

Pras--sapaan karib Prasetyo-- mengungkap sejak awal konsep Kampung Susun yang jadi andalan Gubernur Anies Baswedan itu untuk warga korban gusuran. Namun, realisasinya ditempati orang luar yang tidak pernah tinggal di wilayah itu.

Padahal, Pemprov DKI Jakarta, memiliki program Community Action Plan (CAP). Program ini untuk bertanya kepada warga konsep tempat tinggal seperti apa yang akan dibangun menggantikan tempat tinggal lamanya.

"Kalau ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS buat apa dilakukan CAP. Itu namanya menipu. Membohongi publik. Bilang saja dari awal warga Kampung Bayam digusur. Ganti juga istilah Kampung Susun Bayam," kata Pras melalui keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Politikus PDIP itu lantas mendesak Gubernur Anies Baswedan memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam yang tergusur. Pras meminta jangan sampai Anies membiarkan warga hidup susah dengan rumah kumuh di pinggir rel. Pasalnya, Pras menganggap Pemprov sering kali merealisasikan program di luar rencana awal.

"Seringkali program Pemprov sekarang cuma bagus di kata-kata. Tapi kenyataannya buruk," sindirnya.

Sebagaimana diketahui, Kampung Susun Bayam bakal dibangun di kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (JakPro) Arry Wibowo menjelaskan Kampung Susun Bayam bakal ditempati pekerja pendukung operasional JIS.

"Terkait hunian nanti yang akan dibangun di lahan eks Kampung Bayam itu memang judulnya ini kita tidak memisahkan ini JIS, ini untuk hunian pekerja pendukung operasional," kata Arry di kompleks JIS, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, Jumat (14/1/2022).

Arry mengatakan nantinya ada proses seleksi pekerja JIS yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Dia belum menjelaskan berapa banyak pekerja yang direkrut untuk mendukung operasional JIS.

"Jadi siapa pun yang memenuhi kriteria untuk bekerja, misalnya kita memang ini stadion gede banget, perlu fasilitas pekerja di mana sehari-hari mereka berkolaborasi merawat, kemudian cleaning service dan tenaga kerja, sekuriti dan lain-lain. Harapannya bisa ditampung di situ," jelasnya.

Arry juga mengatakan 640 keluarga di Kampung Bayam, Papanggo, Tanjung Priok, yang terdampak proyek JIS telah menerima santunan. Dia mengklaim pencairan telah tuntas sejak Agustus 2021.

(taa/idn)