Lagi, MA Anulir Vonis Mati Gembong Penyelundup 402 Kg Sabu Internasional

Andi Saputra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:18 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menganulir lagi hukuman mati satu dari 13 gembong narkoba jaringan internasional yang menyelundupkan 402 kg sabu lewat jalur laut. Total ada 10 orang yang hukuman matinya dianulir di tingkat MA.

Penyelundupan 402 kg itu terjadi pada Maret 2020. Penyelundupan ini menggunakan kapal laut dan dilakukan di perairan internasional. Mereka kemudian membawanya lewat jalur tikus ke kawasan Pelabuhanratu, Sukabumi.

Rencana yang tersusun rapih tersebut akhirnya gagal setelah tim dari kepolisian berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap beberapa tersangka yang saat ini sudah berstatus sebagai terdakwa dan terpidana. Sebanyak 14 orang jadi tersangka dan 13 orang di antaranya dituntut hukuman mati.

Akhirnya, 13 orang gembong narkoba itu semuanya dihukum mati oleh PN Cibadak. Mereka adalah:

1. Hossein Salary Rashid,
2. Samiullah bin Nadir Khan,
3. Mahmoud Salary Rashid,
4. Atefeh Nohtani.
5. Amu Sukawi,
6. Yondi Caesarianto Citavaga,
7. Moh Iqbal Solehudin
8. Basuki Kosasih,
9. Ilan bin Arifin,
10. Sukendar,
11. Nandar,
12. Risris Rismanto,
13. Yunan Febdiantono.

Dan satu orang dihukum 5 tahun penjara, yaitu Risma Ismayanti. Di tingkat banding, hukuman berubah. Yaitu:

1. Hossein Salary Rashid, tetap dihukum mati
2. Samiullah bin Nadir Khan, tetap dihukum mati
3. Mahmoud Salary Rashid, tetap dihukum mati
4. Atefeh Nohtani, diubah menjadi 20 tahun penjara
5. Amu Sukawi, diubah menjadi penjara seumur hidup
6. Yondi Caesarianto Citavaga, diubah menjadi 20 tahu penjara
7. Moh Iqbal Solehudin, diubah menjadi 15 tahun penjara
8. Basuki Kosasih, diubah menjadi 18 tahun penjara
9. Ilan bin Arifin, diubah menjadi 18 tahun penjara
10. Sukendar, diubah menjadi 18 tahun penjara
11. Nandar, diubah menjadi 18 tahun penjara
12. Risris Rismanto, diubah menjadi 18 tahun penjara
13. Yunan Febdiantono, diubah menjadi 18 tahun penjara.

Nah di tingkat kasasi, hukuman ke-13 orang itu diubah. Majelis gembong narkoba itu diketuai Eddy Army dengan anggota Jupriyadi dan Dwiarso Budi Santiarso. Berikut amar putusan yang dirangkum detikcom dari website MA, Senin (17/1/2022):

1. Hossein Salary Rashid, tetap dihukum mati
2. Samiullah bin Nadir Khan, tetap dihukum mati
3. Mahmoud Salary Rashid, tetap dihukum mati
4. Atefeh Nohtani, diubah menjadi 20 tahun penjara
5. Amu Sukawi, diubah menjadi penjara seumur hidup
6. Yondi Caesarianto Citavaga, diubah menjadi 20 tahu penjara
7. Moh Iqbal Solehudin, diubah menjadi 15 tahun penjara
8. Basuki Kosasih, diubah menjadi 18 tahun penjara
9. Ilan bin Arifin, diubah menjadi 18 tahun penjara
10. Sukendar, diubah menjadi 18 tahun penjara
11. Nandar, diubah menjadi 18 tahun penjara
12. Risris Rismanto, kasasinya ditolak dengan perbaikan. MA mengubah hukuman mati Risris menjadi 20 tahun penjara.
13. Yunan Febdiantono, kasasinya ditolak dengan perbaikan. MA mengubah hukuman mati Yunan menjadi 20 tahun penjara.

"Putusan judex facti/Pengadilan Tinggi Bandung yang menjatuhkan pidana kepada para Terdakwa (Risris dan Yunan, red), dengan pidana penjara masing-masing selama 18 tahun, denda Rp 2 miliar subsidair 2 (dua) bulan penjara, perlu diperbaiki mengingat barang bukti yang ditemukan dalam perkara a quo sebanyak 339 (tiga ratus tiga puluh sembilan) bungkus sabu- sabu yang beratnya 357.505 (tiga ratus lima puluh tujuh ribu lima ratus lima) gram dan tindak pidananya dilakukan secara terorganisir," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Lalu siapakah majelis kasasi Eddy Army dengan anggota Jupriyadi dan Dwiarso Budi Santiarso?

Lihat juga video 'Melihat Kehidupan Istri Terdakwa Vonis Mati Kasus Sabu 402 Kg':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman selanjutnya.