Kasus Cabul Dilimpahkan ke Jaksa, Dekan FISIP Unri Ditahan!

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 14:35 WIB
Dekan FISIP Unri tersangka pencabulan ditahan jaksa
Dekan FISIP Unri tersangka pencabulan ditahan jaksa. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Berkas kasus dugaan cabul Dekan FISIP Universitas Riau, Syafri Harto, telah dilimpahkan ke Kejaksaan. Syafri Harto langsung ditahan.

Pantauan detikcom, pelimpahan berkas dan tersangka dilakukan penyidik Polda Riau pukul 10.00 WIB. Sebelum tahap II, Syafri Harto yang didampingi pengacara menjalani swab PCR di RS Bhayangkara.

Selanjutnya tim Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru memeriksa seluruh berkas dan identitas Syafri Harto. Setelah pemeriksaan, Syafri Harto keluar dari ruang tahap II Tindak Pidana Umum Kejari dengan baju tahanan warna merah.

Tidak seperti biasanya, kali ini Syafri Harto hanya terdiam saat menuju mobil tahanan Kejari. Dia didampingi anak dan kerabatnya sebelum akhirnya masuk mobil tahanan.

Anak dan kerabat Syafri Harto bahkan sempat ikut masuk ke mobil tahanan. Mereka kemudian diminta turun karena kerabat tidak diperbolehkan masuk ke mobil tahanan.

Keributan juga terjadi saat salah seorang kerabat Syafri Harto coba menghalangi wartawan mengambil gambar. Kerabat Syafri Harto itu mengaku oknum polisi di Polda Riau dan terlibat adu mulut hingga saling dorong.

"Iya benar, hari ini kita pelimpahan tahap II SH di Kejaksaan. Pelimpahan setelah dari Kejaksaan dinyatakan lengkap berkasnya," terang Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Senin (17/1/2022).

Diketahui, kasus dugaan pencabulan ini mencuat setelah video pengakuan seorang mahasiswi, LM soal pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi itu mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku sebagai mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium dan dipeluk Syafri saat bimbingan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi korban LM didampingi lembaga bantuan hukum (LBH) Pekanbaru.

Polisi lalu menetapkan sang dekan sebagai tersangka. Syafri dijerat dengan Pasal 289 dan 294 ayat (2) KUHP tentang cabul.

Syafri bersikukuh membantah tudingan itu. Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau terkait pencemaran nama baik dan UU ITE. Selain itu, Syafri Harto mengancam akan menuntut korban Rp 10 miliar.

Dalam perjalanan kasus, Rektor Unri Prof Aras Mulyadi menonaktifkan Syafri Harto dari jabatan dekan dan tenaga pendidik. Penonaktifan ditandatangani Rektor Aras Mulyadi, Selasa (21/12/2021).

Lihat juga video 'Dugaan Pelecehan Dekan Terhadap Mahasiswi Unri yang Bikin Geger!':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/mud)