Ketua-Anggota Pansus DPR Kritik soal Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Negara

Matius Alfons - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 14:19 WIB
Istana Negara di Ibu Kota Baru
Foto ibu kota negara baru. (Dok. Instagram Nyoman Nuarta)
Jakarta -

Sejumlah anggota DPR RI yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) RUU Ibu Kota Negara (IKN) mengkritik soal Nusantara jadi nama ibu kota baru Indonesia. Ketua Pansus RUU IKN Ahmad Doli Kurnia memberikan catatan soal susunan kalimat 'ibu kota negara Nusantara'. Anggota Pansus RUU IKN Ecky Awal Mucharam menitikberatkan soal makna Nusantara.

Kritik itu disampaikan dalam rapat Pansus RUU IKN bersama pemerintah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022). Dimulai dari Ketua Pansus RUU IKN.

"Catatan aja, supaya clear, ini secara semantik, secara bahasa harus tepat. Rasa-rasanya, ibu kota negara Nusantara, itu multitafsir," kata dalam rapat.

Doli menilai kalimat 'ibu kota negara Nusantara' bisa diartikan bahwa Nusantara adalah nama negaranya. Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu meminta pemerintah mendiskusikan lagi dengan ahli bahasa.

"Jangan-jangan negara kita sudah berubah jadi negara Nusantara, bayangan saya ini. Nanti tugas pemerintah untuk mengundang ahli bahasa," ucapnya.

Lebih lanjut Doli menyarankan agar kata 'ibu kota negara' tidak digabung dengan kata 'Nusantara'. Menurutnya, nama ibu kota hanya cukup dengan kata 'Nusantara', tanpa kata 'ibu kota negara'.

"Misalnya, ibu kota negara yang bernama Nusantara, saya begitu, yang selanjutnya disebut sebagai Nusantara saja, karena sudah dijelaskan, ibu kota negara bernama Nusantara. Saya tidak ahli bahasa, tapi saya tangkap semua aspirasi teman-teman begitu," papar Doli.

"Ibu kota negara statusnya, tapi namanya Nusantara. Tapi, kalau digabung ibu kota negara Nusantara itu multitafsir, itu catatannya. Khusus pasal ini dibuat supaya tidak multitafsir dalam konteks bahasa," imbuhnya.

Tonton video 'Nama Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi: Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]



Simak kritik lainnya di halaman berikutnya.