Usulan Nama Ibu Kota Negara Sebelum Nusantara: Kertanegara-Warnapura

Matius Alfons - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:24 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyampaikan pesan penting kepada Pemkab Tulungagung, jelang pembangunan Tol Kediri-Tulungagung. Pemkab diminta mengantisipasi masuknya spekulan tanah.
Suharso Monoarfa (Adhar Muttaqin/detikcom)
Jakarta -

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut pemerintah telah menyepakati nama ibu kota negara menjadi Nusantara. Suharso menyebut ada 80 usulan nama ibu kota sebelum terpilihnya nama Nusantara.

Suharso awalnya menjelaskan terpilihnya nama Nusantara merupakan hasil konsultasi dengan ahli bahasa hingga ahli sejarah. Dia menyebut pemilihan kata yang tepat untuk nama ibu kota negara berdasarkan hasil diskusi dengan para ahli tersebut.

"Sebenarnya nama yang kami ajukan kepada Bapak Presiden cukup banyak, termasuk kami panggil ahli bahasa, ahli sejarah, mereka yang punya otoritas untuk berikan knowledge kepada kami, para pakar untuk pilih kata-kata paling tepat," kata Suharso saat rapat bersama Panja RUU IKN, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Suharso menyebut saat itu ada lebih dari 80 nama yang muncul berdasarkan pembicaraan dengan para ahli. Dia menyebut ada nama, dari Negara Jaya hingga Kertanegara, yang muncul sebagai usulan.

"Ini begitu besar sekali, di antaranya misalnya Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwipura, Warnapura, Cakrawalapura, Kertanegara, ada sekitar 80-an lebih," katanya.

Meski demikian, Suharso menyebut akhirnya Presiden Jokowi sepakat agar nama baru ibu kota negara menjadi Nusantara. "Kemudian akhirnya dipilih kata Nusantara tanpa kata 'jaya'," imbuhnya.

Untuk diketahui, Suharso Monoarfa mengumumkan nama ibu kota baru Indonesia, yakni Nusantara, saat rapat bersama Panja RUU Ibu Kota Negara (IKN). Dia menyebut nama tersebut sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Suharso awalnya menjelaskan memang awalnya nama ibu kota baru Indonesia belum diisi dalam surpres Jokowi. Dia menyebut pihaknya sempat menahan nama itu lantaran belum mendapat konfirmasi oleh Jokowi.

"Mengenai nama ibu kota titik-titik itu, memang semula sudah ingin dimasukkan pada waktu penulisan surpres itu, tapi kemudian ditahan," kata Suharso saat rapat tersebut.

Suharso mengatakan Jokowi baru saja menyetujui nama ibu kota negara pada Jumat (14/1) yang lalu. Dia menyebut Jokowi setuju dengan nama Nusantara.

"Ini saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dan perintah langsung dari Bapak Presiden itu pada hari Jumat. Jadi ini sekarang hari Senin, pada hari Jumat lalu, dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," katanya.

Simak juga 'Mengintip Titik Nol Pembangunan Ibu Kota Baru RI':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/gbr)