Polisi dan BKSDA Cari Jejak Buaya Penerkam Bocah di Agam Sumbar

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:50 WIB
A French tourist who was bitten by a crocodile while trying to take a selfie in Khao Yai national park in Thailand is expected to recover (AFP Photo/WILLIAM WEST)
Foto: Ilustrasi buaya (AFP Photo/WILLIAM WEST)
Agam -

Tim gabungan kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencari buaya yang menerkam Nisa (9), siswi SD di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Pencarian buaya ini ditujukan untuk menemukan tubuh Nisa.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari keberadaan buaya muara tersebut," kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/1/2022).

Menurut Ade, fokus utama adalah mencari korban. Setelahnya, baru menyelesaikan konflik satwa dan manusia ini.

"Fokus kita itu dulu. Mencari korban. Setelah itu baru kita akan bicara bagaimana melakukan bagaimana penanganan konflik satwa ini," jelas Ade.

Dia menyebutkan bila buaya dapat dievakuasi, maka akan dipindahkan ke tempat lainnya. Ade menduga buaya tersebut adalah buaya muara yang menjadikan aliran Sungai Batang Masang sebagai habitat.

Ia lalu mengingatkan warga untuk waspada karena konflik antara buaya dengan manusia bisa terjadi kapanpun. Dia menjelaskan buaya muara merupakan satwa dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia, sesuai Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Nisa Diterkam Depan Sang Kakak

Peristiwa mengerikan ini menimpa Nisa usai dirinya dan kakaknya, Mila selesai mandi di Sungai Batang Masang tadi pagi. Mereka hendak sekolah.

Usai mandi, Mila dan adiknya pulang. Mereka berjalan menyusuri pinggiran sungai.

"Saat menjelang pulang ,Mila berjalan di depan dan adiknya, Nisa berjalan di belakang. Tak jauh dari tepian sungai, Mila mendengar ada suara aneh, bunyi orang jatuh di tanah," kata Wali Nagari Manggopoh, Ridwan Dt Tumbijo.

"Mila menoleh ke belakang. Ternyata, tubuh adiknya sudah berada di mulut buaya," sambung Ridwan.

Mila panik dan mencoba menyelamatkan tubuh adiknya dari mulut buaya. Namun buaya tersebut sudah berada di aliran sungai dan dengan cepat melarikan tubuh mungil adiknya. Mila berupaya mengejar buaya dari tepi sungai, tapi upayanya gagal.

Menurut Ridwan, warga kini masih bersiaga dan menyusuri aliran sungai untuk mencari jejak buaya. Hingga siang ini belum ditemukan adanya tanda-tanda buaya tersebut.

"Ini peristiwa pertama yang terjadi di sini. Kami masih melakukan pencarian," ucap Ridwan.

(aud/aud)