detik's Advocate

Saya Terpancing Video Call Sex dan Diperas, Apa Bisa Lapor Polisi?

Andi Saputra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 08:56 WIB
A young couple talking to each other via online video chat.
Foto: Ilustrasi video call (Thinkstock)
Jakarta -

Hati-hati dengan gadget anda. Bisa-bisa malah menjerumuskan pemiliknya ke dalam persoalan rumit.

Salah satunya adalah modus video call sex yang berakhir pemerasan. Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com.

Berikut pertanyaannya:

Selamat malam redaksi detikcom.

Saya A mau nanya, intinya gini, saya kemaren kenal sama perempuan lewat aplikasi inisial B. Dia ngajak video WA buka-bukaan.

Namanya juga laki-laki, sedikit banyak pasti tergoda. Akhirnya video tersebut jadi dasar orang tersebut untuk memeras saya dengan ancaman akan dia buat viral video tersebut. Saya pun mengiyakan permintaannya tersebut.

Nah tindakan saya selanjutnya bagaimana supaya tidak kembali dia memeras? apa saya harus laporkan ke pihak berwajib atau bagaimana?

Terima kasih

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum advokat Putra Sianipar S.H., LL.M. Berikut jawabannya:

Terima kasih atas pertanyaannya, Saudara A. Berikut adalah penjelasan kami:

Pada dasarnya, setiap perbuatan pemerasan/pengancaman pada dapat dipidana berdasarkan hukum di Indonesia. Dengan perkembangan teknologi saat ini, pemerasan/pengancaman tidak hanya dilakukan secara konvensional tapi juga melalui media internet, dalam hal ini foto dan video yang ditransmisikan melalui smartphone ke internet atau ke pengguna smartphone lain yang bisa dikonsumsi publik.

Ancaman mengunggah video dan/atau foto pribadi ke internet dapat dilaporkan kepada penyidik Polri maupun Penyidik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sub Direktorat Penyidikan dan Penindakan Direktorat Keamanan Informasi). Adapun dasar hukum yang dapat dipakai adalah UU Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) UU ITE, yang menyatakan sebagai berikut:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Ancaman pidana dari Pasal 27 ayat (4) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (4) UU 19/2016 yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Berdasarkan penjelasan di atas saudara dapat melapor kepada penyidik Polri di Polres terdekat. Bisa juga melapor ke penyidik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sub Direktorat Penyidikan dan Penindakan Direktorat Keamanan Informasi) dengan Pasal 27 ayat (4) UU ITE.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan. Terima kasih atas perhatiannya semoga dapat membantu.

Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M.
(Advokat)
Gedung Jaya lt 9
Jl MH Thamrin
Menteng, Jakarta Pusat

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]