Kemlu: Ada 5 WNI di Tonga, Kondisinya Masih Belum Diketahui

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 18:29 WIB
The Tonga Meteorological Services said a tsunami warning had been put in force for all of Tonga.(Supplied: Dr Faka’iloatonga Taumoefolau)
Terjangan tsunami (Foto: Supplied: Dr Faka'iloatonga Taumoefolau via abc.net.au)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap ada lima WNI di Tonga yang tidak dapat dihubungi karena komunikasi terputus usai tsunami yang menerjang wilayah Tonga akibat adanya letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Gunga Ha'apai. Kemlu menyebut kelima WNI itu tinggal di Ibu Kota Tonga, Nuku'alofa.

"Terdapat 5 WNI di Tonga saat kejadian. Kelima WNI tersebut diketahui tinggal di Nuku'alofa. Belum diketahui kondisi mereka saat ini karena komunikasi yang terputus," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha kepada wartawan, Minggu (16/1/2022).

Judha menerangkan sampai hari ini, abu vulkanik masih menyelimuti wilayah Tonga. Ibu Kota Nuku'alofa menjadi salah satu kota yang paling terdampak parah karena banyak perahu yang terdampar ke daratan.

"Hari ini, abu vulkanik yang menyelimuti Tonga sebelumnya sudah berhenti berjatuhan. Wilayah yang paling parah terdampak adalah Tongatapu-pulau utama di Tonga, di bagian utara Ibu Kota Nuku'alofa, di mana banyak kapal dan perahu terdampar ke daratan," ungkapnya.

Judha menyebut belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. KBRI Wellington, kata Judha, telah mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Berdasarkan informasi pemerintah Selandia Baru, hingga saat ini belum ada laporan terkait jatuhnya korban jiwa pasca letusan dan peristiwa tsunami," kata Judha.

"KBRI Wellington telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Wellington," imbuhnya.

Diketahui, erupsi gunung api bawah laut Hunga Tonga-Gunga Ha'apai terjadi di Tonga menyebabkan gelombang tsunami. Warga Tonga bahkan berlarian menyelamatkan diri ke dataran lebih tinggi.

Seperti dilansir AFP, tsunami bermula dari erupsi gunung pada Jumat (14/1) waktu setempat. Erupsi berlangsung selama delapan menit dan mengirimkan gas dan asap ke udara sejauh beberapa kilometer.

Tak hanya itu, erupsi juga terdengar hingga ke sejumlah negara tetangga. Salah satunya Fiji, dengan para pejabat setempat melaporkan bahwa erupsi itu sangat intens hingga suaranya terdengar seperti 'suara guntur yang keras' di wilayah Fiji yang berjarak 800 kilometer jauhnya.

Komisi Layanan Publik Tonga mengimbau warga 'menjauhi area-area peringatan yang merupakan area pesisir dataran rendah, karang, dan pantai'.

Tonton juga: Kisah Pedagang Asongan Difabel, Berkilau di Lintasan Renang

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)