KBRI Wellington Ungkap 4 WNI di Tonga Belum Dapat Dihubungi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 15:36 WIB
The Tonga Meteorological Services said a tsunami warning had been put in force for all of Tonga.(Supplied: Dr Faka’iloatonga Taumoefolau)
Terjangan tsunami di Tonga (Foto: Supplied: Dr Faka'iloatonga Taumoefolau via abc.net.au)
Jakarta -

Gelombang tsunami menerjang wilayah Tonga akibat adanya letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Gunga Ha'apai. KBRI Wellington menyampaikan ada empat WNI yang tidak bisa dihubungi akibat putusnya kabel komunikasi bawah laut.

"KBRI Wellington melalui fungsi protokol dan konsuler terus memantau kondisi empat WNI yang berada di Tonga yang tidak dapat dihubungi karena putusnya kabel komunikasi bawah laut," tulis siaran pers KBRI Wellington yang dikutip di situs Kemlu, Minggu (16/1/2022).

Kemudian, KBRI Wellington juga menerima laporan dari seorang WNI bernama Thomas Egbert mengenai terjadinya peningkatan permukaan air laut pada Sabtu (15/1) petang waktu setempat. KBRI Wellington menghubungi agensi kapal Ngatai Marine Entrepriss Ltd di Tonga yang mempekerjakan tiga WNI ABK. Namun, tidak ada jawaban.

"Sebelumnya pada 15 Januari 2022 petang waktu setempat, WNI atas nama Thomas Egbert (contact person KBRI Wellington di Tonga) melaporkan terjadinya peningkatan permukaan air laut dan peringatan tsunami. KBRI terus mencoba menghubungi agensi kapal Ngatai Marine Entrepriss Ltd di Tonga yang mempekerjakan tiga orang ABK WNI guna memastikan keselamatan mereka, namun belum dapat dihubungi," tulisnya.

KBRI Wellington menyebut letusan gunung api bawah laut itu juga turut dirasakan di Samoa dan Fiji. Kendati demikian, WNI di Samoa melaporkan kondisi di sana masih terkendali.

"Letusan juga dirasakan hingga Samoa dan Fiji. Berdasarkan informasi salah satu WNI di Samoa, kondisi masih terkendali dan hingga kemarin tidak ada peringatan tsunami namun pemerintah setempat meminta masyarakat untuk waspada," tulisnya.

KBRI Wellington memastikan sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban akibat musibah tsunami itu.

"KBRI Wellington tidak memperoleh laporan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban," tuturnya.

KBRI Wellington menegaskan Tonga Meteorological Services telah memberlakukan kondisi darurat bagi seluruh pulau di Tonga. Masyarakat diminta untuk evakuasi ke dataran yang lebih tinggi.

"Berita di Tonga hanya tersedia melalui komunikasi radio Tonga Meteorological Services, National Emergency Management Office (NEMO), dan His Majesty's Armed Force (HMAF)," tulisnya.

KBRI Wellington menyampaikan jika ada masyarakat yang memiliki informasi langsung mengenai keberadaan WNI di Tonga, dapat menghubungi hotline KBRI Wellington di nomor +6421713167. Informasi lain dapat pula disampaikan melalui e-mail KBRI Wellington, yaitu konsuler.wellington@kemlu.go.id.

Diketahui, erupsi gunung api bawah laut Hunga Tonga-Gunga Ha'apai terjadi di Tonga menyebabkan gelombang tsunami. Warga Tonga bahkan berlarian menyelamatkan diri ke dataran lebih tinggi.

Seperti dilansir AFP, tsunami bermula dari erupsi gunung pada Jumat (14/1) waktu setempat. Erupsi berlangsung selama delapan menit dan mengirimkan gas dan asap ke udara sejauh beberapa kilometer.

Tak hanya itu, erupsi juga terdengar hingga ke sejumlah negara tetangga. Salah satunya Fiji, dengan para pejabat setempat melaporkan bahwa erupsi itu sangat intens hingga suaranya terdengar seperti 'suara guntur yang keras' di wilayah Fiji yang berjarak 800 kilometer jauhnya.

Komisi Layanan Publik Tonga mengimbau warga 'menjauhi area-area peringatan yang merupakan area pesisir dataran rendah, karang, dan pantai'.

Simak Video 'Detik-detik Letusan Gunung Berapi Dalam Laut di Tonga':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)