Cerita Agus Warga Tangerang Sedang Mandi Saat Rumahnya Roboh Akibat Gempa

Khairul Maarif - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 14:23 WIB
Rumah Warga Tangerang Rusak Akibat Gempa
Rumah Warga Tangerang Rusak Akibat Gempa (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Sejumlah rumah warga di Kabupaten Tangerang rusak akibat gempa Banten pada Jumat lalu. Salah seorang warga yang terdampak, Agus Ishak, menceritakan momen panik saat rumahnya diguncang gempa.

Hal itu disampaikan Agus saat ditemui di rumahnya di kawasan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Minggu (16/1/2022). Agus menceritakan dinding rumahnya hancur dihantam gempa susulan. Dia menuturkan saat detik-detik robohnya dinding rumahnya itu, dirinya sedang mandi untuk bersiap salat Magrib.

"Pas terjadinya gempa yang sore itu mah nggak roboh. Tapi robohnya karena gempa susulan pas saya sedang mandi mau persiapan salat Magrib kedengaran suaranya gubrakkk! Jadi robohnya ini pas gempa kedua susulan," tuturnya kepada detikcom di rumahnya.

Saat itu, Agus yang sedang mandi langsung ke luar dan melihat dinding rumahnya sudah roboh. Tetangganya sudah ramai di sekitar rumahnya.

Meski begitu, saat terjadi gempa pertama, Agus tidak mengetahuinya dan bahkan menurutnya tidak terasa. Agus mengaku bersyukur selamat dari gempa tersebut.

"Tetangga saya udah ramai pas saya ke luar dari kamar mandi kelihatan tuh rumah saya terang karena dindingnya roboh. Gempanya mungkin nggak dirasakan saya tapi rumah saya merasakannya jadi terjadi kaya gitu (roboh). Tapi alhamdulillahnya saya selamat karena dinding kamar mandi saya saat itu tidak roboh," ungkapnya.

Rumah Warga Tangerang Rusak Akibat GempaRumah Warga Tangerang Rusak Akibat Gempa (Khairul/detikcom)

Pria 56 tahun ini mengaku sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah. Saat ini, ada tiga ruangan rumahnya yang temboknya hancur.

Setelah kejadian, Agus menuturkan belum melakukan renovasi. Dia hanya membersihkan sisa-sisa puing yang berserakan dan memisahkannya jika masih bisa terpakai.

"Saat ini bantuan udah saya terima dari pihak swasta berupa semen dan pasir dari pemerintah belum tapi diproses. Sampai saat ini belum saya renovasi karena pertama masih kurang bahannya dan kedua saya tidak berani bukan ahlinya. Ruang tamu dan dua kamar tidur temboknya hancur jadi terbuka," keluhnya.

Agus membeberkan tinggal di rumah tersebut hanya sendiri. Ketiga anaknya pergi merantau untuk bekerja dan ada yang sudah berkeluarga.

Menurutnya, gempa lusa lalu tidak hanya membuat temboknya hancur. Tetapi juga ada retakan yang terjadi di beberapa sisi tembok.

"Saya sendiri di sini tinggalnya. Anak saya tiga ada di rumahnya masing-masing. Cuma yang lain pada retak-retak sih ada boleh dilihat aja itu," pungkasnya.

(knv/knv)