12 Siswa-2 Guru di DKI Positif COVID-19, KPAI Desak PTM Jadi 50%

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 11:08 WIB
Anggota KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melaporkan ada 12 siswa dan dua guru terjangkit COVID-19 usai gelaran pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. KPAI mendesak Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kembali PTM di DKI menjadi 50 persen sampai kondisi benar-benar aman.

"KPAI mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh, mempelajari pola kerentanan dan asal penularan, sehingga dapat diantisipasi penyebarannya. Sebaiknya Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk PTM 50 persen dahulu sambil menunggu kondisi lebih aman bagi pelaksanaan PTM," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan pers tertulis, Minggu (16/2/2022).

Retno menerangkan KPAI telah mengawasi beberapa sekolah di DKI terkait PTM 100%. Hasilnya, tak ada jaga jarak antarsiswa di dalam kelas. Begitu juga jarak antara satu meja ke meja lainnya hanya sekitar 50 cm.

"Karena dari pengawasan KPAI ke sekolah-sekolah, jaga jarak sulit sekali di kelas, antara satu meja dengan meja yang lain berjarak hanya sekitar 50 cm, tak sampai 100 cm atau 1 meter," ujar Retno.

KPAI, kata Retno, sudah memprediksi akan ada beberapa siswa yang tertular virus Corona saat pembelajaran tatap muka 100 persen. Hal itu mengingat, kata Retno, anak-anak sekolah dasar (SD) belum mendapatkan vaksin dosis dua sehingga rentan tertular.

"KPAI sudah memprediksi bahwa hal ini akan terjadi, mengingat anak-anak SD belum mendapatkan vaksin lengkap dua dosis, potensi penularan usai liburan Natal dan tahun baru juga harus menjadi pertimbangan," ucapnya.

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan pihaknya sangat prihatin atas adanya 10 sekolah di DKI yang ditutup sementara imbas adanya siswa yang positif COVID-19. Meskipun siswa bukan terjangkit dari varian Omicron, menurut Retno, varian COVID-19 itu tidak bisa disepelekan.

"KPAI prihatin dengan adanya 10 sekolah di DKI Jakarta yang ditutup sementara usai menggelar PTM 100 persen sejak 3 Januari 2022, meskipun bukan Omicron sekalipun, namun yang namanya COVID-19, tentu tidak bisa disepelekan," tuturnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen setelah belasan sekolah ditutup akibat temuan kasus COVID-19. Kabag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radjagah menyebut rasio keterpaparan COVID-19 di sekolah masih kecil, meskipun ada temuan kasus.

Taga memaparkan saat ini setidaknya ada 10.947 sekolah yang menggelar PTM. Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti PTM sebanyak 1,3 juta orang, dan tenaga pendidik sebanyak 75 ribu orang.

"Kans sekolah kita ada 10.994. Jadi, nol koma sekian persen, sangat kecil sekali. Yang ikut pembelajaran tatap muka itu 1,4 juta siswa. Artinya, kita mesti bijak menyikapinya. Jangan sampai nanti menutup semuanya atau men-PJJ-kan (pembelajaran jarak jauh) semuanya, sementara sebagian besar kondisi aman," kata Taga kepada wartawan, Jumat (14/1).

"Sekarang kalau angka sebegitu besar, kalau ditutup PTM kan kasihan yang masih aman," imbuhnya.

Berikut ini data sekolah yang ditutup berserta temuan kasus Corona di masing-masing sekolah:

1. SDN Ceger 02 Pagi (3 peserta didik)
2. SDN Susukan 08 Pagi (1 peserta didik)
3. SDN Jati 01 Pagi (1 peserta didik)
4. SMP Islam Andalus (1 peserta didik)
5. SMP Labschool Kebayoran (1 pendidik)
6. SMPN 62 Jakarta (1 pendidik)
7. SMPN 252 Jakarta (1 peserta didik)
8. SMP Azhari Islamic School Rasuna (1 peserta didik)
9. SMAN 71 Jakarta (1 peserta didik)
10. SMA Labschool Kebayoran (2 peserta didik, 1 pendidik)
11. SMAN 20 Jakarta (1 peserta didik)
12. SMAN 6 Jakarta (1 peserta didik)
13. SMA Pelita 3 (1 peserta didik)
14. SMK Asisi (1 peserta didik)
15. SMKS Malaka Jakarta (1 peserta didik)

Simak Video 'Terus Meningkat, Kini Ada 16 Siswa-3 Guru di DKI yang Positif Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]




(whn/knv)