JoMan Nilai Deklarasi Prabowo-Jokowi 2024 Pernyataan Emosional

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 08:12 WIB
JoMan (Jokowi Mania) Jatim deklarasi di surabaya
Immanuel (Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Sekelompok orang yang menamakan diri Sekretariat Bersama (Sekber) Prabowo-Jokowi mendeklarasikan dua tokoh nasional itu sebagai capres dan cawapres Pemilu 2024. Jokowi Mania (JoMan) menilai deklarasi tersebut sebagai pernyataan yang emosional.

"Itu kan pernyataan yang emosional ya, tanpa melihat prosedur konstitusionalnya," kata Ketua Umum JoMan Immanuel saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022).

Menurut Immanuel, politik tidak didasari emosional, melainkan didasari tindakan rasional. Dia menyebut, di sisi lain, berdasarkan aturan yang berlaku, tidak ada peluang bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju kembali mencalonkan diri.

"Politik itu kan rasional, tidak didasari emosional. Kita sebagai pendukung saja menolak. Konstitusi tidak mengizinkan dan memang tidak ada peluang untuk hal itu," ujarnya.

Selain itu, Immanuel mengatakan Jokowi telah berkali-kali menolak gagasan sesat tersebut. Dia meminta jangan ada lagi yang mendorong Jokowi maju kembali di Pemilu 2024.

"Kedua, yang harus kita pahami, presiden kan juga sudah berkali-kali menolak gagasan sesat yang kayak beginianlah gitu, artinya jangan juga didorong-dorong lagi," ucapnya.

"Kita kan aktivis '98 pernah menolak yang namanya rezim Soeharto karena tidak punya batas, terutama eksekutifnya, makanya kita batasi cukup dua kali," imbuhnya.

Sebelumnya, deklarasi itu disampaikan Sekber Prabowo-Jokowi melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/1). Mereka ingin Prabowo-Jokowi melanjutkan pembangunan Indonesia.

"Mendorong Prabowo Subianto calon presiden dan Joko Widodo calon wakil presiden sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024," demikian bunyi deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi lewat keterangan tertulis.

Keterangan tertulis ini disampaikan ke publik atas nama Ketua Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi, G Gisel. Deklarasi baru saja digelar secara internal di kantor Sekber Prabowo-Jokowi di Gambir, Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah dua orang yang bersaing pada Pilpres 2019. Kemudian, Jokowi berhasil menang pemilu dan menjadi presiden. Akhirnya Prabowo ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Pertahanan.

Sekber Prabowo-Jokowi menilai kepemimpinan Jokowi sudah menunjukkan kemajuan, maka hal positif ini perlu dilanjutkan. Pasangan Prabowo-Jokowi diyakini Sekber bakal mampu mengatasi kesulitan Indonesia di masa krisis global dan pandemi COVID-19.

"Beruntung sampai saat ini Indonesia belum jatuh pada jurang resesi. Sedangkan banyak negara sudah mengalami resesi, termasuk negara tetangga, Singapura," ujar mereka.

Simak juga 'Menakar Potensi Prabowo-Anies-Ganjar di Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dnu)